Petugas KPHP Meratus Jalan Kaki 1 Km Padamkan Karhutla di Kukar

1791798105578

Medan Terjal dan Akses Buntu Jadi Tantangan Utama Pemadaman di Kutai Kartanegara. (Foto:Kemenhut).

GEBRAK.ID, TENGGARONG – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur kembali menemui kendala medan. Petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Meratus harus berjalan kaki hampir satu kilometer untuk mencapai titik api pada Minggu (11/10/2026). Kondisi tersebut disebabkan kendaraan operasional tidak dapat masuk ke lokasi kebakaran akibat akses jalan yang terputus dan vegetasi semak belukar yang lebat.

Peristiwa serupa juga tercatat di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kukar, pada Jumat (9/10/2026). Kebakaran menghanguskan kurang lebih lima hektare lahan yang terdiri dari kawasan rawa, semak belukar, pepohonan, hingga tumpukan dedaunan kering. Kondisi medan yang sulit dijangkau serta banyaknya material mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Sinergi Lintas Sektor di Lapangan

Dalam penanganan tersebut, personel Polsek Kota Bangun bersinergi dengan Koramil, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Pemadam Kebakaran Desa (Redkar), serta masyarakat setempat. Petugas melakukan penyisiran dengan memanfaatkan selang dari mobil pemadam dan kendaraan relawan untuk mengendalikan api secara bertahap.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan menegaskan pentingnya sinergi dan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kukar Penyumbang Terbesar Karhutla Kaltim

Kondisi sulitnya pemadaman ini terjadi di tengah tingginya angka karhutla di Kaltim. Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kaltim hingga 5 Oktober 2026, tercatat sebanyak 1.964 kejadian karhutla dengan total area terdampak mencapai 7.952,60 hektare yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar, yakni 2.483,24 hektare dari 346 kejadian. Disusul Paser dengan 1.412,11 hektare dari 495 kejadian dan Kutai Barat 1.268,58 hektare.

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan menjelaskan, hujan yang mulai turun belum sepenuhnya mengakhiri ancaman karena lahan cepat kering akibat intensitas matahari dan angin. “Sudah ada hujan, tetapi kekeringannya masih. Intensitas mataharinya juga cukup tinggi, kemudian anginnya juga banyak. Kalau misalnya ada hujan, cepat menguap,” kata Buyung.

Sementara itu, UPTD KPHP Meratus merupakan salah satu dari 24 UPTD KPHP di bawah Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki tugas pokok dalam perlindungan hutan dan pengendalian karhutla di wilayah kerjanya.

BPBD Kaltim bersama Dishut Kaltim dan TNI-Polri masih melakukan pemantauan intensif. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan kepulan asap atau titik api agar penanganan tidak terlambat, mengingat potensi karhutla masih tinggi hingga transisi musim pancaroba.

(Dinar K/ berbagai sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID