Konflik Memanas, 6 Maskapai Internasional Setop Penerbangan ke Riyadh
Serangan terhadap Bandara King Khalid memaksa pembatalan penerbangan dari Dubai, Abu Dhabi, hingga Sharjah. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi bergerak cepat melakukan pemeriksaan keselamatan. (Foto: Wikipedia)
GEBRAK. ID, JAKARTA – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran di industri penerbangan global. Sebanyak enam maskapai internasional terpaksa membatalkan atau menghentikan sementara penerbangan menuju Riyadh, Arab Saudi, setelah serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid.
Insiden yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) tersebut dilaporkan mengganggu operasional penerbangan, memicu penutupan sementara bandara, dan memaksa otoritas setempat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas serta aspek keselamatan.
Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas penerbangan sipil menyatakan bahwa operasional bandara sempat dihentikan total pasca-serangan. Pihak berwenang kemudian melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan keselamatan penerbangan sebelum kembali beroperasi secara terbatas.
Baca Juga
Daftar Maskapai yang Terdampak
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber resmi maskapai dan kantor berita internasional, berikut adalah daftar maskapai yang terdampak:
1. Etihad Airways: Maskapai asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, ini membatalkan sejumlah penerbangan rute Abu Dhabi–Riyadh pada 9 dan 10 Oktober 2026.
Dalam pengumuman di situs resminya, Etihad menyebut pembatalan tersebut disebabkan gangguan operasional di Bandara Riyadh. Pembatalan dilaporkan berlanjut hingga Senin dan Selasa, 12–13 Oktober 2026.
2. Emirates: Maskapai Emirates juga terdampak gangguan operasional di Riyadh. Sejumlah penerbangan yang menghubungkan Dubai dengan ibu kota Arab Saudi tersebut tercatat dibatalkan pada Senin, 12 Oktober 2026.
3. flydubai: Maskapai berbiaya rendah asal Dubai ini turut membatalkan penerbangan menuju Riyadh. Menurut laporan The National, pembatalan penerbangan maskapai tersebut berkaitan dengan penutupan Bandara King Khalid setelah serangan pada akhir pekan.
4. Air Arabia: Maskapai berbiaya rendah yang berbasis di Sharjah ini juga masuk dalam daftar maskapai yang penerbangannya terdampak. Sejumlah layanan yang menghubungkan Sharjah dengan Riyadh tercatat dibatalkan selama periode gangguan operasional.
5. SriLankan Airlines: Maskapai nasional Sri Lanka ini dilaporkan menghentikan sementara operasional penerbangan ke Riyadh sebagai respons terhadap situasi keamanan yang belum stabil.
6. Maskapai India: Sejumlah maskapai asal India juga dilaporkan menunda atau mengalihkan rute penerbangan mereka ke Riyadh, meskipun detail spesifik mengenai maskapai dan jadwalnya masih terus diperbarui.
Dampak dan Imbauan Pembatalan massal ini tidak hanya berdampak pada ribuan penumpang yang terjadwal terbang ke Arab Saudi, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok dan konektivitas bisnis di kawasan Teluk.
Para pelaku perjalanan diimbau untuk terus memantau status penerbangan mereka secara berkala melalui situs resmi maskapai masing-masing. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian utama otoritas penerbangan sipil internasional, yang terus melakukan penilaian risiko sebelum mengizinkan penerbangan kembali normal.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID