Suzuki Salip Honda dan Jadi Produsen Mobil Jepang Terlaris Kedua
Suzuki Motor Corp. berhasil menyalip Honda Motor Co. dalam penjualan kendaraan global dan menempati posisi kedua di antara produsen otomotif Jepang pada periode April hingga September 2026. Pencapaian ini ditopang lonjakan penjualan di India. (Foto: Suzuki)
GEBRAK.ID — Suzuki Motor Corp. berhasil menyalip Honda Motor Co. dalam penjualan kendaraan global dan menempati posisi kedua di antara produsen otomotif Jepang pada periode April hingga September 2026. Pencapaian ini ditopang lonjakan penjualan di India, sementara sejumlah pesaingnya menghadapi tekanan pasar, terutama di China.
Mengutip laporan Kyodo pada Sabtu (31/10/2026), Suzuki membukukan penjualan global sebanyak 1.824.006 unit pada semester pertama tahun fiskal 2026. Angka tersebut meningkat 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekaligus menjadi rekor penjualan untuk periode April-September.
Suzuki naik dari posisi keempat pada periode yang sama tahun lalu. India menjadi pasar penting bagi pertumbuhan tersebut. Di negara itu, Suzuki menguasai sekitar 40 persen pasar mobil penumpang melalui bisnisnya, termasuk Maruti Suzuki.
Data resmi Suzuki menunjukkan penjualan di India mencapai 1.100.260 unit selama April-September 2026, tumbuh 35,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, penjualan Suzuki di pasar domestik Jepang justru turun tipis 0,3 persen menjadi 354.040 unit.
Honda Kehilangan Posisi Kedua
Baca Juga
Di sisi lain, Honda mencatat penurunan penjualan global sebesar 4 persen menjadi 1.661.569 unit. Penjualan perusahaan tersebut di China merosot hingga separuhnya, memperlihatkan besarnya tekanan yang dihadapi produsen Jepang di pasar otomotif terbesar dunia itu.
Toyota Motor Corp. masih bertahan sebagai produsen otomotif Jepang dengan penjualan global tertinggi. Namun, penjualan Toyota, termasuk merek Lexus, turun 4 persen menjadi 5.059.014 unit. Produksinya juga menyusut 1,9 persen menjadi 4.895.406 unit.
China menjadi salah satu sumber tekanan utama bagi Toyota. Penjualan perusahaan itu di negara tersebut anjlok 25,1 persen. Persaingan dari produsen lokal semakin ketat, seiring pertumbuhan kendaraan listrik dan perubahan preferensi konsumen.
Laporan Kyodo juga menyebut kenaikan harga bensin di tengah krisis Timur Tengah turut mempercepat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di China. Kondisi ini menambah tantangan bagi produsen Jepang yang berupaya mempertahankan pangsa pasar.
Secara keseluruhan, delapan produsen otomotif utama Jepang mencatat penjualan gabungan 11,83 juta kendaraan di seluruh dunia selama April-September 2026, turun 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produsen Jepang Catat Hasil Beragam
Selain Suzuki, Mazda Motor Corp. mencatat kenaikan penjualan global 1,2 persen menjadi 616.776 unit. Daihatsu Motor Co. tumbuh 0,5 persen menjadi 494.759 unit, sedangkan Subaru Corp. naik 3,4 persen menjadi 470.379 unit.
Sebaliknya, penjualan global Nissan Motor Co. turun 11,8 persen menjadi 1.355.233 unit. Mitsubishi Motors Corp. juga mengalami penurunan 7 persen menjadi 356.887 unit.
Dari sisi produksi, delapan produsen tersebut menghasilkan total 11,83 juta kendaraan, turun 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, produksi kendaraan di Jepang meningkat 2,4 persen menjadi 3,97 juta unit.
Hasil ini memperlihatkan perbedaan kinerja produsen otomotif Jepang di tengah perubahan pasar global. Pertumbuhan Suzuki di India menjadi faktor penting yang mengantarkannya melewati Honda, sementara persaingan di China terus menekan sejumlah pemain besar.
(A. Rayyan K/Sumber: Kyodo)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID