TKA Jadi Bekal Siswa SMAN 8 Bandung Mengejar Kampus Impian
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, berdialog dengan peserta TKA di SMAN 8 Bandung, Jawa Barat. (Foto: Tim Direktorat SMA Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID — Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi salah satu bekal bagi siswa kelas XII SMAN 8 Bandung untuk mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi negeri (PTN) impian. Melalui tes ini, para siswa dapat mengukur kemampuan akademik sekaligus memperkuat peluang mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Sebanyak 450 siswa kelas XII SMAN 8 Bandung mengikuti TKA dengan persiapan yang mencakup penguatan materi pelajaran, latihan soal, hingga kesiapan mental. Sekolah berharap upaya tersebut membantu siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi dengan lebih percaya diri.
Pada hari kedua pelaksanaan TKA, Selasa (27/10/2026), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, meninjau pelaksanaan tes di sekolah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Tatang menjelaskan bahwa hasil TKA dapat menjadi validator nilai rapor untuk seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Dengan hasil yang terukur, siswa juga dapat mengevaluasi kemampuan akademik dan mempertimbangkan pilihan program studi sesuai minat serta potensinya.
“TKA menjadi upaya Kemendikdasmen untuk memastikan agar para murid terbaik bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena mereka bisa mengukur hasil TKA untuk memilih program studi kuliah,” ujar Tatang di Bandung, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga
Tatang turut mengapresiasi persiapan SMAN 8 Bandung, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana hingga pendampingan akademik dan mental siswa. Menurut Tatang, persiapan yang matang membantu siswa menjalani tes dengan optimistis.
Kepala SMAN 8 Bandung, Yudin Wahyudin, mengatakan sekolah memberikan pendampingan secara intensif melalui pembelajaran dan latihan soal sebelum pelaksanaan TKA. Ia optimistis kesungguhan siswa akan menjadi modal penting untuk menembus perguruan tinggi favorit.
“Secara umum, murid kami ingin melanjutkan kuliah ke universitas-universitas ternama. Seperti tahun sebelumnya, lebih dari 50 persen lulusan kami diterima di PTN. Oleh karena itu, kami sangat mempersiapkan TKA ini semaksimal mungkin,” kata Yudin.
Harapan serupa disampaikan Ida Bagus Rai Krisna Tantra, siswa kelas XII yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia mengaku memperkuat materi yang belum dikuasai agar memperoleh hasil maksimal.
“Kalau TKA Bahasa Inggris hari kedua ini, saya yakin bisa dapat nilai istimewa. Untuk Matematika, saya terus berusaha untuk mendapatkan nilai baik,” ujar Tantra.
Sementara itu, Aghniya Shafa Mazidah memilih memperbanyak latihan soal secara mandiri dan memanfaatkan bimbingan guru di sekolah. Ia merasa cukup percaya diri menghadapi Matematika, tetapi tetap mengasah kemampuan literasi.
“Sejauh ini, saya optimis di mata pelajaran matematika. Untuk di pelajaran terkait literasi, saya terus belajar sendiri dan tanpa mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah,” jelas Aghniya.
Kemendikdasmen menyatakan bahwa TKA bukan ujian penentu kelulusan. Hasilnya digunakan untuk memberikan gambaran capaian akademik yang terstandar dan menjadi validator nilai rapor pada jalur SNBP.
Dengan demikian, nilai rapor tetap digunakan dalam seleksi prestasi, sementara hasil TKA menjadi salah satu bahan untuk memeriksa konsistensi capaian akademik siswa.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID