Kemendikdasmen Hadirkan Buku Amerta untuk Ajarkan Anak Hemat Air Sejak Dini

bedah buku amerta

Pusat Perbukuan Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku SIBI: Amerta. Kegiatan ini menjadi forum berbagi pengetahuan antara penulis, guru, akademisi, praktisi, dan masyarakat mengenai konsep, strategi, serta praktik baik pembelajaran literasi lingkungan berbasis buku cerita nonteks. (Foto: Ibar Warsita/Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan buku Amerta karya Tama Kunkun untuk mengenalkan pentingnya air dan pelestarian lingkungan kepada anak-anak. Melalui cerita dan ilustrasi menarik, buku ini mengajak murid memahami manfaat air sekaligus membangun kebiasaan menghemat dan menjaga kebersihannya sejak dini.

Buku yang dikembangkan melalui Pusat Perbukuan Kemendikdasmen tersebut menyajikan pengetahuan tentang keberadaan air, sifat-sifatnya, manfaat bagi kehidupan, hingga siklus hidrologi. Materi sains dikemas melalui tokoh Amerta yang digambarkan sebagai personifikasi air sehingga lebih mudah dipahami pembaca usia sekolah dasar.

Nama Amerta berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna air kehidupan. Penulisnya, Tama Kunkun, ingin menumbuhkan kesadaran anak bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga, bukan digunakan secara berlebihan atau dicemari.

Tama mengungkapkan, salah satu tantangan dalam menyusun buku ini ialah mengubah materi ilmiah menjadi cerita yang dekat dengan dunia anak. Ia mengumpulkan informasi dari buku pelajaran, buku elektronik, dan internet, kemudian menyajikannya dengan bantuan tokoh cerita serta ilustrasi.

“Kita berusaha menempatkan sebuah tokoh karakter yang biasanya anak-anak suka, seakan-akan dia yang membawakan ceritanya. Bagaimana supaya adik-adik tergugah untuk tidak boros dan mencemari air. Di bagian lain, kita juga memberikan ilustrasi tentang mitigasi bencana,” kata Tama seperti dalam siaran pers Kemendikdasmen, Rabu (28/10/2026).

Pendekatan tersebut mendapat respons positif di SD Negeri 006 Kramat Pagi. Guru sekolah tersebut, Mohamad Anwar Kurnaedi Saputra, mengatakan murid menunjukkan antusiasme dan minat baca yang baik ketika mempelajari buku Amerta.

Menurut Anwar, perpaduan cerita, gambar, dan fakta menarik dapat memancing rasa ingin tahu murid. Guru kemudian bisa mengembangkan pertanyaan anak melalui diskusi, pengamatan lingkungan, serta sumber belajar lainnya.

Dalam pembelajaran, guru dapat mengajak murid mengenali siklus air, sumber air, dan manfaatnya bagi kehidupan. Kegiatan membaca juga bisa dilanjutkan dengan aksi nyata, seperti membiasakan diri menggunakan air secukupnya di sekolah maupun di rumah.

Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, menjelaskan bahwa Amerta merupakan salah satu buku yang dihasilkan melalui program kurasi tahun 2024. Program tersebut menyeleksi naskah potensial dari berbagai daerah, lalu mengembangkannya melalui pendampingan agar sesuai dengan jenjang dan kemampuan membaca anak.

“Buku-buku yang kami hasilkan lewat program kurasi ini tentunya kami sesuaikan dengan tema-tema yang menjadi program Kemendikdasmen. Semoga bisa menginspirasi Bapak/Ibu untuk turut berkontribusi dalam penyediaan buku yang layak baca oleh anak-anak, untuk mengembangkan kemampuan membaca,” ujar Supriyatno.

Melalui kegiatan Bedah Buku SIBI: Amerta yang melibatkan penulis, guru, akademisi, praktisi, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap pemanfaatan buku bermutu semakin luas. Pembelajaran melalui bacaan yang menarik diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi dan pengetahuan sains, tetapi juga membentuk karakter anak yang peduli terhadap kelestarian air.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID