Ubed Akui Gugup di Final French Open 2026 meski Tetap Syukuri Posisi Runner-up

moh-zaki-ubaidillah-melayang pbsi

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed menjadi runner-up French Open 2026. (Foto: PBSI)

GEBRAK.ID — Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, harus mengubur harapan meraih gelar juara French Open 2026. Meski kalah dari wakil tuan rumah Christo Popov di partai final, pemain yang akrab disapa Ubed itu tetap mensyukuri pencapaiannya.

Ubed takluk dalam pertandingan tiga gim dengan skor 11-21, 21-14, 13-21 di Arena Grand Paris, Prancis, Minggu (25/10/2026). Hasil tersebut membuatnya finis sebagai runner-up pada penampilan final pertamanya di turnamen BWF World Tour Super 750.

Dalam keterangan tertulis Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Senin (26/10/2026), Ubed mengakui hasil final belum sesuai dengan target pribadinya. Namun, pebulu tangkis usia 19 tahun ini menilai pertandingan melawan Popov memberinya pengalaman berharga untuk menghadapi pemain elite dunia.

“Secara hasil memang belum sesuai dengan apa yang saya inginkan, saya ekspektasikan tapi saya tetap bersyukur alhamdulillah dengan capaian ini. Banyak pelajaran yang saya dapat di final tadi melawan pemain yang sudah berpengalaman,” kata Ubed.

Pemain berusia 19 tahun asal Sampang, Madura, itu juga mengungkapkan tekanan dari pendukung tuan rumah sempat mengganggu konsentrasinya. Atmosfer pertandingan final terasa berbeda dibandingkan ketika ia menghadapi wakil Prancis lainnya, Alex Lanier, pada semifinal.

“Melawan tuan rumah dengan dukungan penuh satu arena membuat saya ada gugup dan sedikit mengganggu fokus. Kemarin saat lawan Alex saya bisa meredamnya tapi hari ini tekanannya berbeda,” ujar Ubed.

Pada gim pertama, Ubed kesulitan mengimbangi permainan Popov dan menyerah 11-21. Ia kemudian bangkit pada gim kedua dengan permainan lebih agresif untuk merebut kemenangan 21-14 sekaligus memaksakan gim penentuan.

Namun, Popov kembali mengambil kendali pada gim ketiga. Ubed mengaku tertinggal sejak awal karena lawannya sudah mampu membaca pola pukulannya.

“Di gim ketiga awal, start saya tertinggal. Dia sudah siap dengan bola-bola saya, itu berpengaruh ke seterusnya tapi saya sudah mencoba yang terbaik yang saya bisa,” jelas Ubed.

Meski gagal membawa pulang gelar, pencapaian di Prancis menjadi modal penting bagi perjalanan kariernya. Ubed menyadari masih perlu menambah pengalaman dan memperbaiki kemampuan ketika menghadapi pemain papan atas.

“Perjalanan di French Open ini sangat berarti bagi saya apalagi perjalanan saya masih panjang,” ucapnya.

Ubed berharap pengalaman dari final tersebut menjadi bekal untuk tampil lebih matang pada turnamen berikutnya dan meraih hasil yang lebih baik.

(A. Rayyan K/Sumber: PBSI)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID