Alwi Farhan Jaga Asa ke World Tour Finals 2026 Usai Lolos 16 Besar Korea Open

alwi-farhan-wondr-pbsi

Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan terus menjaga peluang tampil di BWF World Tour Finals 2026. Pebulu tangkis peringkat ke-10 dunia itu bertekad mempertahankan daya juang dan konsistensi permainan pada rangkaian turnamen pengujung musim demi mengamankan tiket ke kejuaraan bergengsi tersebut. (Foto: PBSI)

GEBRAK.ID — Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan terus menjaga peluang tampil di BWF World Tour Finals 2026. Pebulu tangkis peringkat ke-10 dunia itu bertekad mempertahankan daya juang dan konsistensi permainan pada rangkaian turnamen pengujung musim demi mengamankan tiket ke kejuaraan bergengsi tersebut.

Alwi mengawali perjuangannya di Korea Open 2026 dengan hasil positif. Ia memastikan tempat di babak 16 besar setelah mengalahkan wakil Jepang, Kenta Nishimoto, dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-11 di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Rabu (4/11/2026).

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Alwi untuk melanjutkan persaingan. Berdasarkan klasemen sementara kualifikasi BWF World Tour Finals, ia menempati posisi keempat sektor tunggal putra. Posisi itu menempatkannya dalam persaingan untuk memperebutkan delapan tempat yang tersedia pada turnamen penutup musim.

Alwi mengaku terus memotivasi diri agar peluang tersebut tetap terbuka. Ia menyadari jadwal pertandingan yang padat sepanjang tahun menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika para pemain mulai memasuki fase akhir musim.

“Saya terus memotivasi diri untuk tetap menghidupkan asa bermain di World Tour Finals,” kata Alwi dalam keterangan resmi PBSI, Rabu.

Menurut dia, kondisi fisik dan mental harus tetap terjaga agar performanya tidak menurun di tengah padatnya kalender kompetisi. Alwi justru ingin meningkatkan semangat bertanding ketika persaingan menuju World Tour Finals semakin ketat.

“Fokus terus di kalender yang sudah masuk akhir-akhir tahun, meningkatkan daya juang bukan malah mengendurkan karena rangkaian yang cukup berat di sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Kemenangan atas Nishimoto juga menunjukkan Alwi mampu menjalankan strategi yang telah disiapkan bersama pelatih. Ia menghadapi lawan yang dikenal agresif dan gemar melancarkan serangan, tetapi berhasil mengantisipasi tekanan tersebut dengan baik.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik, berjalan sesuai rencana. Tidak mudah melawan Nishimoto yang bermain agresif dan menyerang tapi saya bisa mengantisipasi dan saya bisa menjalankan apa yang diinstruksikan oleh pelatih,” jelas Alwi.

Pebulu tangkis unggulan keempat itu juga mampu beradaptasi dengan kondisi kok yang melaju cukup cepat. Menurutnya, karakter permainan tersebut tidak menjadi hambatan berarti selama pertandingan.

“Shuttlecock melaju cukup kencang tapi bersyukur itu tidak jadi kendala, adaptasi saya cukup baik,” katanya.

Berdasarkan catatan pertandingan, Alwi membutuhkan waktu 42 menit untuk menundukkan Nishimoto. Hasil itu sekaligus membuat Alwi unggul 3-2 dalam rekor pertemuan kedua pemain.

Tantangan berikutnya sudah menanti di babak 16 besar. Alwi akan menghadapi wakil Taiwan, Wang Po-Wei, yang lebih dahulu menyingkirkan tunggal putra Indonesia Richie Duta Richardo melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-10, 15-21, dan 21-12.

Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Alwi untuk kembali mengumpulkan hasil positif. Dengan persaingan menuju World Tour Finals yang memasuki fase penting, konsistensi pada setiap pertandingan akan menjadi modal utama untuk menjaga peluangnya.

(A. Rayyan K/Sumber: PBSI)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID