ImajiNation 2026 Usai, Jawa Timur Raih Gelar Provinsi Terbaik, Talenta Digital Muda Unjuk Gigi
Pertandingan Langsung Koding Visual yang diselenggarakan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026). (Foto: Tim Pusdatin)
GEBRAK.ID — Kompetisi nasional ImajiNation 2026 resmi menutup rangkaian acaranya. Ajang yang digelar Kemendikdasmen bersama Assemblr Edu dan didukung Samsung ini menjadi panggung bagi murid dan guru untuk membuktikan bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan medium untuk berkarya dan menciptakan solusi.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini membuka ruang bagi guru dan murid untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui teknologi 3D, augmented reality (AR), dan virtual reality (VR).
“Perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan. Karena itu, guru dan murid tidak perlu hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami, memanfaatkan, dan mengembangkannya secara tepat,” kata Suharti seperti dalam siaran pers, Jumat (6/11/2026).
Jawa Timur Raih Provinsi Terbaik
Jawa Timur keluar sebagai Provinsi Terbaik ImajiNation 2026. Prestasi ini diraih setelah Jawa Timur mencatatkan jumlah sekolah peserta terbanyak secara nasional, yakni 505 sekolah. Jumlah itu mengungguli Jawa Barat dengan 457 sekolah dan Jawa Tengah sebanyak 293 sekolah.
Dari 505 sekolah asal Jawa Timur, sebanyak 223 merupakan jenjang SD, 119 SMP, serta 163 SMA/SMK. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, seraya berharap semakin banyak sekolah di Jawa Timur yang memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.
Baca Juga
1.640 Karya dari 38 Provinsi
Secara keseluruhan, ImajiNation 2026 menjangkau 38 provinsi, 463 kabupaten/kota, dan 3.499 sekolah, dengan total 6.800 peserta. CEO Assemblr Edu, Hasbi Asyadiq, menyebut terdapat 1.640 karya yang masuk, terdiri atas 1.128 karya murid dan 512 karya guru. Setelah kurasi, 1.393 karya lolos ke tahap berikutnya dan 264 karya terpilih untuk penilaian tingkat nasional.
“Karya peserta dikelompokkan dalam sejumlah kategori, yaitu Dreamers untuk jenjang SD, Makers untuk SMP, Visionaries untuk SMA/SMK, serta Edu-Innovators untuk guru,” ujar Hasbi.
Sementara itu, Suharti melaporkan bahwa pengguna belajar.id yang mendapatkan akses platform Assemblr Edu mencapai 16,9 juta, terdiri atas 5 juta akun guru dan tenaga kependidikan serta 11,9 juta akun murid. Dari jumlah tersebut, 244 ribu pengguna telah membuat media pembelajaran digital.
Finalis dan Pemenang
Babak final kategori SMP Makers mempertemukan empat tim dalam Pertandingan Langsung Koding Visual: MTsN 1 Lumajang (Jawa Timur), SMP Islam Al Azhar 37 Pekanbaru (Riau), SMP Negeri 95 Jakarta (DKI Jakarta), dan SMPII Al Abidin Boyolali (Jawa Tengah).
Sembilan finalis dari kategori lain juga mendapat apresiasi. Mereka adalah Alma Khaira Faizunnisa (Sekolah Murid Merdeka Tangerang), Yusuf Maulana Savadhana (SDI Al Azhar BSD Cileungsi), dan Theodore Alexander Simodiharjo (Xin Zhong School Surabaya) dari kategori SD Dreamers.
Kategori SMA/SMK Visionaries diisi Lionell Garreth Kenshiro (SMAK 3 Binabakti Bandung), I Made Gede Bagas Wisnaya (SMKN 1 Denpasar), dan Osiana Angelica (SMAN TU 1 Tana Tidung). Adapun kategori Edu Innovators diraih Miftah Rahmalia Ariyati (SDN Ngembeh 1 Mojokerto), Decky Zulkarnain (SMPI As-Shofa Pekanbaru), dan Farhan Mustaqim (SMAN 2 Tambun Selatan Bekasi).
Bukan Sekadar Kompetisi
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ImajiNation bukan sekadar ajang mencari juara. Nilai utamanya terletak pada proses belajar yang membentuk cara berpikir sistematis, kreatif, dan kolaboratif.
“Yang menang dan yang tidak menang, semua tetap tersenyum. Kalian semua adalah para juara,” pesan Mu’ti kepada para peserta.
Ke depan, karya para pemenang kategori Edu-Innovators direncanakan akan dihadirkan melalui Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh guru dan murid di seluruh Indonesia. ImajiNation 2027 pun disiapkan sebagai langkah lanjutan untuk memperluas akses dan mengembangkan komunitas talenta digital.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID