Muslim Pertama Berpeluang Masuk Senat AS, Abdul El-Sayed Kalahkan Mike Rogers
Kandidat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed (kanan), dan kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers (kiri), berharap dapat menggantikan Senator Demokrat Gary Peters—yang akan segera mengakhiri masa jabatannya dan pensiun setelah menjabat selama dua periode. Foto keduanya saat berkampanye pada 19-20 Agustus 2026. (Foto: AP/Paul Sancya)
GEBRAK.ID, MICHIGAN – Abdul El-Sayed, kandidat dari Partai Demokrat, mencetak sejarah dalam kontestasi politik Amerika Serikat setelah menyatakan kemenangan atas pesaingnya dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan anggota Senat AS dari Negara Bagian Michigan, Selasa (3/11/2026).
Kemenangan tersebut menjadi sorotan karena El-Sayed berpeluang menjadi Muslim pertama yang menduduki kursi Senat Amerika Serikat. Pencapaian ini sekaligus menjadi momentum penting bagi representasi masyarakat Muslim dalam lembaga politik tertinggi di Negeri Paman Sam.
Associated Press (AP) melaporkan, El-Sayed menyampaikan pernyataan kemenangan di hadapan para pendukungnya di Detroit pada Rabu dini hari waktu setempat, 4 November 2026. Namun, ketika laporan AP tersebut diterbitkan, kantor berita itu belum secara resmi menetapkan hasil akhir persaingan antara El-Sayed dan Rogers.
Dalam pidato kemenangannya, El-Sayed menyampaikan pesan kepada rival politiknya. “Mike, selamat menikmati masa pensiun Anda,” ujar El-Sayed. Ia kemudian menambahkan, “Anda memilih kebencian, sementara Michigan memilih harapan. Semoga kita tidak perlu lagi melihat orang seperti Anda di negara bagian ini.” Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme El-Sayed setelah melalui persaingan politik yang ketat di Michigan.
Persaingan Demokrat dan Republik di Michigan
Pemilihan Senat Michigan menjadi salah satu kontestasi politik yang mendapat perhatian nasional. El-Sayed maju sebagai kandidat Partai Demokrat, sedangkan Mike Rogers merupakan kandidat Partai Republik.
Baca Juga
Kursi Senat tersebut diperebutkan setelah Senator Demokrat Gary Peters memutuskan tidak kembali mencalonkan diri. Kondisi ini membuka peluang bagi kedua partai untuk memperebutkan posisi strategis di lembaga legislatif federal AS.
Menurut laporan AP, Rogers sebelumnya juga pernah mengikuti pemilihan Senat Michigan pada 2024, tetapi kalah dengan selisih kurang dari 20.000 suara. Pada pemilihan 2026, Rogers berupaya kembali merebut kursi tersebut. Sementara itu, El-Sayed mengandalkan platform politik progresif, termasuk gagasan perluasan layanan kesehatan universal, serta dukungan dari kelompok pemilih muda.
Persaingan keduanya juga berlangsung di tengah dinamika politik nasional, termasuk perdebatan mengenai kebijakan luar negeri AS, biaya hidup, dan hubungan Washington dengan Israel.
Muslim Pertama dalam Sejarah Senat AS
Apabila kemenangan El-Sayed dikukuhkan melalui proses penghitungan dan sertifikasi resmi, ia akan menjadi Muslim pertama yang menduduki kursi Senat Amerika Serikat.
Pencapaian tersebut memiliki arti penting dalam sejarah representasi politik Amerika. Selama ini, keterwakilan masyarakat Muslim di pemerintahan federal AS telah berkembang, termasuk melalui kehadiran sejumlah anggota Muslim di House of Representatives atau DPR AS.
Namun, kehadiran seorang Muslim di Senat memiliki signifikansi tersendiri karena lembaga tersebut merupakan salah satu kamar Kongres AS yang memiliki kewenangan penting dalam pembentukan undang-undang, persetujuan pejabat tinggi, serta pengawasan kebijakan pemerintah federal.
AP juga mencatat bahwa identitas dan pandangan politik El-Sayed menjadi bagian dari perdebatan selama kampanye. Ia menghadapi serangan politik yang mengaitkan dirinya dengan isu keamanan dan organisasi teroris, meskipun AP menyebut tidak terdapat bukti yang mendukung tuduhan keterkaitan tersebut. Presiden Donald Trump bahkan pernah menyebut El-Sayed sebagai “jihadist” dalam kampanye politik yang mendukung Rogers.
Rekam Jejak Abdul El-Sayed
Abdul El-Sayed bukan pendatang baru dalam dunia politik dan pelayanan publik AS. Ia pernah menjabat sebagai direktur dan pejabat kesehatan Wayne County Department of Health, Human and Veterans Services pada periode 2022–2025.
Sebelumnya, ia juga pernah memimpin Detroit Health Department pada 2015 hingga 2017. Latar belakang pendidikan dan profesinya di bidang kesehatan masyarakat menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun agenda politiknya.
Dalam kampanye menuju Senat, El-Sayed mengusung sejumlah isu, antara lain perluasan akses layanan kesehatan, persoalan ekonomi masyarakat, serta kebijakan yang dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Perjalanan politiknya menunjukkan bahwa kontestasi di Michigan tidak hanya berkaitan dengan persaingan dua partai besar, tetapi juga mencerminkan perubahan dinamika representasi kelompok masyarakat dalam sistem demokrasi Amerika Serikat.
Jika hasil pemilihan tersebut disahkan, sejarah baru akan tercipta dengan hadirnya Muslim pertama di Senat AS. Perkembangan ini sekaligus menjadi perhatian dunia internasional terhadap keberagaman, representasi politik, dan dinamika demokrasi di Amerika Serikat. (*)
(Zaky Al Hamzah/AP/Advocate)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID