Simpanan Jumbo di Bank Melonjak 15,44 Persen, LPS: Dana Korporasi Jadi Penopang Utama
| LPS mencatat simpanan nasabah di atas Rp5 miliar tumbuh 15,44 persen hingga Juni 2026, didorong peningkatan dana korporasi. (Foto: ist) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar mengalami pertumbuhan paling tinggi dibandingkan kelompok simpanan lainnya hingga Juni 2026. Kenaikan tersebut mencapai 15,44 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan terutama ditopang oleh peningkatan dana milik korporasi.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan tren tersebut menunjukkan likuiditas sektor usaha masih kuat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
“Sementara nasabah di atas Rp5 miliar meningkat 15,44 persen, didominasi oleh saldo dana dari korporasi,” kata Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
Data LPS memperlihatkan kelompok simpanan bernilai besar masih menjadi penyumbang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Di sisi lain, simpanan masyarakat pada kelompok nominal yang lebih kecil juga tetap bertumbuh, meski lajunya lebih rendah.
Anggito menegaskan, peningkatan simpanan pada seluruh kelompok rekening menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan tetap terjaga.
Sebelumnya, LPS juga menyampaikan bahwa tidak terdapat indikasi masyarakat menarik tabungannya secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Menurut Anggito, simpanan mulai dari kelompok di bawah Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar sama-sama masih mencatat pertumbuhan positif.
Dana Korporasi Dorong Pertumbuhan
LPS menilai dominasi dana korporasi pada kelompok simpanan di atas Rp5 miliar mencerminkan aktivitas bisnis yang tetap berjalan serta kebutuhan perusahaan dalam mengelola likuiditas.
Kondisi tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang masih solid. Bank Indonesia sebelumnya melaporkan DPK pada Juni 2026 tumbuh sekitar 10 persen secara tahunan, didukung peningkatan simpanan korporasi maupun rumah tangga.
Meski demikian, LPS terus memantau perkembangan likuiditas perbankan di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak suku bunga dan volatilitas pasar keuangan internasional.
Kepercayaan terhadap Perbankan Tetap Terjaga
Menurut Anggito, pertumbuhan simpanan jumbo menjadi salah satu indikator bahwa pelaku usaha masih menaruh kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.
Pada kesempatan sebelumnya, LPS juga menegaskan gejolak ekonomi global belum mengubah perilaku masyarakat dalam menyimpan dana di perbankan. Baik simpanan kecil maupun simpanan bernilai besar tetap menunjukkan tren positif, sehingga kondisi likuiditas perbankan dinilai masih sehat.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sendiri menilai stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga berkat koordinasi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan LPS dalam mengantisipasi berbagai risiko ekonomi global.
( berbagai sumber)
