Kisah Abdul Mu’ti dari Anak Desa hingga Jadi Menteri Menginspirasi Ribuan Anak di Hari Anak Nasional 2026

HAN-2026-surabaya-muti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti
membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan saat menjadi
narasumber dalam sesi Kelas Inspiratif pada rangkaian Puncak Hari Anak
Nasional (HAN) 2026 di Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu
(29/7/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, SURABAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan saat menjadi narasumber dalam sesi Kelas Inspiratif pada rangkaian Puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Balai Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/7/2026).

Di hadapan ratusan anak dari berbagai daerah, Abdul Mu’ti mengisahkan bagaimana dirinya yang berasal dari sebuah desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mampu mewujudkan mimpi hingga dipercaya menjabat sebagai Mendikdasmen di Kabinet Merah Putih.

Melalui pengalaman pribadinya, Abdul Mu’ti ingin menanamkan keyakinan bahwa latar belakang keluarga maupun tempat tinggal bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.

Menurut Abdul Mu’ti, ada tiga prinsip sederhana yang selalu dipegangnya sepanjang perjalanan hidup. Tiga prinsip tersebut menjadi fondasi yang membantunya menghadapi berbagai tantangan hingga mencapai posisi saat ini.

“Beberapa kuncinya adalah 3 S, yakni sungguh-sungguh, sabar dan sederhana, insyaallah akan sukses,” ujar Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menceritakan bahwa masa kecil yang sederhana justru membentuk karakter untuk terus bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Baginya, setiap anak memiliki peluang yang sama selama memiliki kemauan belajar dan terus berusaha.

Mimpi Berawal dari Sebuah Buku

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga mengenang awal ketertarikannya mempelajari bahasa Inggris. Minat tersebut tumbuh sejak duduk di bangku madrasah ibtidaiyah berkat seorang guru yang mengenalkan pelajaran bahasa Inggris.

Rasa penasarannya semakin besar setelah mengetahui adanya buku berjudul English from Radio Australia. Demi mendapatkan buku tersebut, ia memberanikan diri mengirim surat langsung ke Australia.

Upaya itu membuahkan hasil. Buku yang diimpikannya akhirnya tiba dan menjadi teman belajar setiap hari. Selain membaca, ia juga rutin mendengarkan siaran Radio Australia untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris.

Dari kebiasaan itulah muncul impian besar untuk suatu saat dapat menempuh pendidikan di Australia.

Abdul Mu’ti mengatakan bahwa mimpi tidak cukup hanya dibayangkan, tetapi harus dibangun dengan bekal yang kuat.

“Kuncinya yang pertama adalah ilmu. Kemudian yang kedua adalah doa, terutama doa orang tua. Kemudian yang ketiga adalah percaya diri,” katanya.

Sempat Gagal, Tetap Bangkit hingga Raih Beasiswa

Perjalanan menuju cita-cita, lanjut Abdul Mu’ti, tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami kegagalan saat berusaha melanjutkan studi ke Inggris.

Namun kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar impian. Ia memilih kembali mengajar, terus memperdalam ilmu, serta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil ketika ia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Australia untuk melanjutkan pendidikan magister.

Selain aktif di dunia akademik, Abdul Mu’ti juga aktif dalam berbagai organisasi sejak masih sekolah hingga perguruan tinggi. Saat menempuh pendidikan di Australia, ia dipercaya menjadi President Islamic Association of South Australia.

Pengalaman berorganisasi tersebut, menurutnya, membuka wawasan yang lebih luas sekaligus membangun kepercayaan diri untuk berkiprah di tingkat internasional.

Ajak Anak Indonesia Berani Bermimpi

Di akhir sesi inspiratif, Abdul Mu’ti mengajak seluruh anak Indonesia untuk tidak takut memiliki cita-cita besar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kesungguhan belajar, keberanian menghadapi kegagalan, serta tekad untuk terus melangkah.

“Bercita-citalah dan bermimpilah. Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia seperti lirik dalam lagu Laskar Pelangi. Saya yakin kalian semua akan bisa lebih hebat dari Pak Menteri. Kalianlah pemimpin Indonesia masa depan, bahkan bisa menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para peserta.

Pesan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026. Melalui kisah hidupnya, Abdul Mu’ti ingin menunjukkan bahwa mimpi besar dapat lahir dari mana saja. 

Dengan kesungguhan, kesabaran, kesederhanaan, ilmu, doa, dan rasa percaya diri, setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

(Sumber: Kemendikdasmen)