Laporan Media Iran: 7 Tentara AS Tewas Berkelahi di Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Media Iran melaporkan tujuh tentara AS tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Militer AS belum mengonfirmasi laporan itu.
Kapal Induk USS Abraham Lincoln (Foto: commons.wikimedia)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID, JAKARTA — Laporan media Iran menyebut sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tewas dalam bentrokan di kapal induk USS Abraham Lincoln. Beberapa personel lainnya juga dilaporkan mengalami luka dalam insiden yang disebut terjadi di tengah masa pengerahan panjang kapal tersebut.
Laporan mengenai bentrokan itu muncul ketika USS Abraham Lincoln masih menjalankan operasi militer AS terkait perang melawan Iran. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari militer AS maupun Gedung Putih mengenai laporan tersebut.
Tasnim News Agency, kantor berita Iran yang dikutip Press TV pada Rabu (12/8/2026), menyebut bentrokan bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM) Brad Cooper datang ke USS Abraham Lincoln.
Kedatangan penasihat tersebut disebut untuk merespons berbagai keluhan awak kapal mengenai lamanya masa penugasan. Persoalan itu sebelumnya juga memicu kekhawatiran keluarga personel militer AS.
Menurut laporan tersebut, suasana berubah tegang ketika penasihat itu mendapat cemoohan dari para personel yang berkumpul. Botol air juga disebut dilemparkan ke arahnya.
Situasi kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik antarpersonel di atas kapal. Tasnim melaporkan sejumlah pisau dan senjata tajam lainnya digunakan dalam bentrokan tersebut.
Akibat insiden itu, sedikitnya tujuh personel disebut meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka. Laporan yang sama menyebut situasi di atas USS Abraham Lincoln masih tegang.
Namun, seluruh informasi tersebut masih berasal dari laporan media Iran yang mengutip sumber militer. Belum ada pernyataan resmi dari Departemen Pertahanan AS, militer AS, maupun Gedung Putih yang mengonfirmasi jumlah korban ataupun kronologi bentrokan tersebut.
Pengerahan Panjang USS Abraham Lincoln
Laporan mengenai bentrokan muncul di tengah sorotan terhadap panjangnya masa pengerahan USS Abraham Lincoln. Kapal induk tersebut disebut telah menjalani pengerahan selama 263 hari.
Kapal saat ini dilaporkan beroperasi di Samudra Hindia dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
USS Abraham Lincoln juga disebut telah berada di lautan selama 208 hari secara berturut-turut. Durasi tersebut menjadi salah satu masa pengerahan tanpa henti terpanjang bagi kapal induk AS pada era modern.
Kapal induk itu hanya sempat singgah di Oman pada Juli 2026 lalu sebelum kembali menjalankan operasi.
Panjang masa penugasan tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS yang berada di kapal.
Keluarga personel militer AS sebelumnya menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, serta dampak pengerahan berkepanjangan terhadap kemampuan personel menjalankan tugas secara aman.
Dalam sebuah pertemuan di San Diego, AS, sekitar 200 anggota keluarga personel militer juga dilaporkan menyampaikan keluhan kepada Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao. Mereka mempertanyakan kondisi awak kapal sekaligus belum adanya kepastian mengenai waktu kepulangan para personel.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi independen mengenai dugaan bentrokan mematikan di USS Abraham Lincoln maupun jumlah korban yang dilaporkan media Iran tersebut. Perkembangan selanjutnya masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang AS.
(Sumber: Tasnim News Agency)
