Challenge Hafalan Al Quran dengan Imbalan Miras di Konser Bikin Geger, Polisi Ungkap Sosok di Baliknya

Polisi mengungkap sosok di balik challenge hafalan Al-Qur’an di konser The Sounds Project yang memicu dugaan penistaan agama.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin. (Foto: Istimewa)

Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID, JAKARTA — Polisi mengungkap perkembangan penyelidikan dugaan penistaan agama yang muncul dalam sebuah challenge hafalan Al-Qur’an saat konser The Sounds Project di Ecopark, Ancol, Jakarta Utara.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, penyidik telah mengantongi identitas orang yang diduga membuat tantangan tersebut.

“Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut,” kata Iman kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, orang tersebut diduga merupakan pengunjung festival. Ia disebut mengambil mikrofon yang tersedia di lokasi, kemudian secara spontan mengajak pengunjung lain mengikuti tantangan hafalan Al-Qur’an dengan imbalan minuman beralkohol.

Meski polisi telah mengetahui identitasnya, Iman belum membeberkan nama orang tersebut. Penyidik masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan dari pihak yang bersangkutan.

Baca juga: Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras, EO dan MC Diperiksa Polisi

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan kami, yang bersangkutan diduga merupakan pengunjung yang datang. Pengunjung tersebut kemudian mengambil mikrofon dan secara spontan melakukan challenge. Namun aspek hukumnya masih akan kami dalami melalui pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” jelas Iman.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah pihak untuk mengurai rangkaian kejadian. Mereka antara lain manajemen, penyelenggara kegiatan, pemilik merek minuman, serta sejumlah pengunjung yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.

Penyidik bahkan mengecek lokasi kejadian di Ecopark, Ancol, untuk mengumpulkan informasi tambahan.

“Tadi malam kami sudah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak penyelenggara maupun pemilik brand. Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut,” ujar Iman.

Iman menegaskan Polda Metro Jaya tetap menangani perkara tersebut secara proaktif. Polisi bergerak berdasarkan laporan masyarakat dan informasi yang berkembang di ruang publik.

Baca juga: Heboh! Promosi Miras Newport Diduga Pakai Ayat Al-Qur’an, DPR Buka Suara

Menurut dia, perkara tersebut berpotensi mengarah pada penerapan Pasal 300 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Namun, penyidik masih harus memastikan unsur pidana melalui pemeriksaan saksi, pihak yang diduga terlibat, serta alat bukti.

“Dengan atau tanpa adanya tekanan, kami sudah proaktif melakukan upaya penyelidikan. Apabila dari berita acara pemeriksaan para saksi dan temuan penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana, tentunya kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas,” tegas Iman.

Penyelenggara The Sounds Project sebelumnya menyatakan kecaman terhadap aksi tersebut. Mereka menegaskan bahwa penggunaan agama sebagai bahan challenge maupun promosi produk tidak pernah menjadi bagian dari konsep acara.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” demikian pernyataan The Sounds Project melalui akun Instagram resminya.

Pihak penyelenggara juga mengatakan aksi tersebut berlangsung tanpa arahan maupun persetujuan mereka. The Sounds Project mengaku telah menegur pihak sponsor dan meminta persoalan itu diselesaikan hingga tuntas.

Sementara itu, Direktur Newport Handoko Sasongko turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan aksi tersebut bukan program maupun konsep promosi Newport.

“Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” kata Handoko.

Handoko juga mengakui adanya kelemahan pengawasan di lapangan. Menurutnya, pihaknya menyesalkan pengunjung dapat mengambil alih mikrofon dari pembawa acara hingga memunculkan tindakan yang dinilai menyinggung nilai agama dan budaya masyarakat.

Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi akan menentukan langkah hukum selanjutnya setelah seluruh keterangan dan bukti yang diperlukan terkumpul.

(Sumber: Polda Metro Jaya)

1 thought on “Challenge Hafalan Al Quran dengan Imbalan Miras di Konser Bikin Geger, Polisi Ungkap Sosok di Baliknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *