Luca Marini Kritik Kalender MotoGP 2026 yang Padat, Minta Jeda Musim Lebih Panjang

luca marini

Pembalap Honda, Luca Marini, menyoroti kepadatan kalender MotoGP 2026 yang membuat para pembalap memiliki waktu sangat terbatas untuk beristirahat, memulihkan kondisi fisik, dan mempersiapkan musim berikutnya. (Foto: MotoGP)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Pembalap Honda, Luca Marini, menyoroti kepadatan kalender MotoGP 2026 yang membuat para pembalap memiliki waktu sangat terbatas untuk beristirahat, memulihkan kondisi fisik, dan mempersiapkan musim berikutnya. Kalender MotoGP 2026 secara resmi memuat 22 seri balapan.

Namun, jumlah tersebut masih berpotensi menjadi 21 seri jika MotoGP Qatar kembali gagal berlangsung sesuai jadwal.

GP Qatar semula dijadwalkan pada April 2026. Situasi konflik di kawasan Timur Tengah kemudian membuat balapan di Lusail mengalami penundaan hingga November. Saat ini, MotoGP Qatar dijadwalkan berlangsung pada 8 November.

Terlepas dari ketidakpastian tersebut, Marini menilai persoalan utama bukan sekadar banyaknya jumlah balapan. Menurut pembalap Honda itu, jarak antarseri yang terlalu rapat justru membuat waktu pemulihan menjadi semakin terbatas.

“Menurut saya, jadwal sepanjang tahun ini tidak ideal. Saya pikir kita seharusnya menjadwalkan balapan lebih berdekatan dan sebagai gantinya mencoba membuat jeda yang lebih panjang pada musim dingin,” kata Marini kepada Speedweek.com, Sabtu (15/8/2026).

Marini berharap penyelenggara MotoGP mempertimbangkan kembali pola penyusunan kalender agar kompetisi berlangsung lebih padat dalam periode tertentu, tetapi memberikan jeda musim dingin yang lebih panjang.

MotoGP 2026 dijadwalkan berakhir di Valencia pada 29 November. Masalahnya, para pembalap tidak langsung mendapatkan waktu istirahat setelah seri terakhir.

Hanya dua hari setelah balapan Valencia, mereka sudah harus kembali turun ke lintasan untuk menjalani tes Valencia sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim 2027.

Agenda kemudian berlanjut dengan tes di Malaysia pada akhir Januari. Setelah itu, para pebalap dan tim akan menjalani rangkaian pengujian berikutnya di Thailand.

Situasi tersebut membuat Marini merasa masa jeda antarmusim tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk beristirahat.

“Di satu sisi, saya menikmati waktu di paddock; selama musim balapan, semuanya sempurna karena selalu berada di sana. Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu di sini jika itu berarti kami memiliki jeda musim dingin yang benar-benar cukup,” ujar adik legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Menurut Marini, pemulihan fisik menjadi salah satu alasan utama mengapa jeda musim dingin perlu diperpanjang. Pembalap membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah menjalani kompetisi panjang dan menghadapi berbagai tekanan sepanjang musim.

“Faktanya, saat ini kami sama sekali tidak punya waktu. Tidak ada waktu untuk benar-benar memulihkan diri, dan yang lebih penting, tidak ada waktu untuk mempersiapkan diri secara khusus menghadapi musim berikutnya; tidak ada waktu untuk terus berkembang,” jelas Marini.

Pembalap asal Italia itu juga menyoroti persoalan cedera. Padatnya agenda membuat dirinya harus terus menjaga kondisi fisik sepanjang tahun tanpa kesempatan cukup untuk menjalani pemulihan secara menyeluruh.

“Dengan kalender saat ini, tidak ada jeda sama sekali. Saya berlatih sepanjang tahun. Dengan jadwal saat ini, tidak mungkin untuk tidak melakukan apa pun bahkan untuk sesaat,” kata Marini.

Ia menilai persiapan fisik ideal membutuhkan program khusus yang tidak bisa dilakukan secara maksimal ketika kompetisi dan tes berlangsung hampir tanpa jeda.

“Saya membutuhkan seluruh energi saya untuk siap bertanding, tetapi saya ingin memiliki lebih banyak waktu untuk menangani cedera lama dengan lebih menyeluruh, misalnya. Saya juga ingin meningkatkan kondisi fisik dari musim ke musim, tetapi itu membutuhkan waktu untuk program fisioterapi khusus,” ujar Marini.

Bagi Marini, persoalan kalender bukan hanya menyangkut kenyamanan pebalap. Waktu pemulihan yang cukup juga berkaitan dengan kemampuan mereka menjaga performa dan meningkatkan kondisi fisik dari satu musim ke musim berikutnya.

Dengan kalender MotoGP yang terus berkembang dan jumlah seri yang tinggi, masukan Marini menjadi salah satu sorotan terhadap keseimbangan antara tuntutan kompetisi, perjalanan, pemulihan, serta persiapan musim baru.

(Sumber: Speedweek.com)