Teh Manis dan Soda Bisa Picu Lonjakan Gula Darah, Ini Alasannya
Teh manis dan minuman bersoda menjadi pilihan banyak orang karena rasanya menyegarkan dan mudah ditemukan. Namun, konsumsi terlalu sering dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA — Teh manis dan minuman bersoda menjadi pilihan banyak orang karena rasanya menyegarkan dan mudah ditemukan. Namun, konsumsi terlalu sering dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat.
Sejumlah ahli gizi mengingatkan, minuman dengan kandungan gula tambahan tinggi lebih mudah memicu lonjakan glukosa dibandingkan minuman tanpa gula. Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama jika terjadi berulang dalam jangka panjang.
Ahli gizi Andrea Copeland, M.S., RD, LD, CDCES, menjelaskan gula dalam teh manis termasuk gula sederhana yang cepat dicerna tubuh.
“Teh manis memengaruhi gula darah dengan menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang cepat. Ini karena gula dalam teh manis adalah gula sederhana, yang dicerna dan diserap ke dalam aliran darah dengan cepat,” kata Copeland, dikutip dari Eating Well, Rabu (19/8/2026).
Ketika kadar glukosa naik, tubuh merespons dengan melepaskan insulin. Hormon tersebut membantu memindahkan glukosa dari aliran darah menuju sel untuk digunakan sebagai energi.
Masalah muncul ketika lonjakan gula darah tinggi terjadi berulang kali. Menurut penjelasan para ahli yang dikutip Eating Well, kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat memberikan dampak buruk terhadap pembuluh darah dan berbagai organ serta meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes.
Sheila Patterson, RD, CDCES, mengatakan teh manis kemasan maupun yang dijual di restoran bisa mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup besar. Karena minuman dapat diminum dengan cepat, seseorang juga berpotensi mengonsumsi gula lebih banyak tanpa menyadarinya.
Sebagai gambaran, satu gelas teh manis berukuran sekitar 16 ons atau 473 mililiter dapat mengandung sekitar 39 gram gula. Jumlah itu bahkan melampaui batas harian gula tambahan yang direkomendasikan American Heart Association untuk perempuan, yakni 25 gram.
Soda memiliki risiko serupa. Kandungan gulanya bahkan dapat lebih tinggi. Cola ukuran sedang, misalnya, bisa mengandung sekitar 51 gram gula tambahan. Sementara itu, jenis cream soda tertentu dapat mencapai 68 gram dalam satu sajian.
Ahli gizi Sheri Gaw, RDN, CDCES, menyarankan pengurangan porsi soda manis. Jika tetap mengonsumsinya, minuman tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya asupan dan dapat dipadukan dengan makanan yang mengandung protein, serat, serta lemak sehat.
“Mengurangi porsi soda manis dan memadukannya dengan makanan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat, seperti segenggam kacang atau 3 ons ayam atau ikan, dapat membantu memperlambat pencernaan dan pelepasan gula ke dalam aliran darah,” ujar Gaw.
Pilihan yang lebih sederhana antara lain air putih dengan tambahan irisan lemon, mentimun atau daun mint. Penggemar soda juga dapat mempertimbangkan air soda tanpa gula.
Bagi pencinta teh manis, perubahan tidak harus dilakukan secara drastis. Teh manis dapat dicampur dengan teh tawar secara bertahap hingga lidah terbiasa dengan rasa yang lebih rendah gula.
(Sumber: Eating Well)
