Molinas Bakal Wajib Pakai Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri, Ini Alasannya

1787405680548

Pemerintah ingin Motor Listrik Nasional tak sekadar menjadi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi penggerak hilirisasi nikel dan industri baterai nasional. (Foto: wuling)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah mendorong penggunaan baterai berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) produksi dalam negeri untuk program Motor Listrik Nasional (Molinas). Kebijakan tersebut diarahkan agar pengembangan Molinas tidak berhenti pada produksi kendaraan listrik, tetapi sekaligus memperkuat rantai industri nasional, terutama hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Atong Soekirman mengatakan penggunaan baterai berbasis nikel menjadi salah satu kriteria utama agar sebuah kendaraan dapat masuk dalam kategori Molinas.”Motor yang masuk dalam kategori Molinas harus memenuhi empat syarat sekaligus,” kata Atong dalam diskusi mengenai industri kendaraan bermotor di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Empat syarat motor masuk kategori Molinas

Selain baterai berbasis nikel, pemerintah menetapkan tiga kriteria lainnya bagi kendaraan yang masuk dalam program Molinas. Pertama, kendaraan harus memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60 persen. Komponen yang diperhitungkan antara lain power train, rangka atau struktur, serta plastik dan panel bodi.

Kedua, desain dan rekayasa kendaraan harus dikembangkan di dalam negeri.

Ketiga, kendaraan menggunakan baterai berbasis nikel untuk mendukung agenda hilirisasi nasional.Sementara syarat keempat adalah harga kendaraan harus terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.

Dengan kriteria tersebut, Molinas diarahkan bukan hanya sebagai produk otomotif, melainkan sebagai ekosistem industri yang mencakup kemampuan desain, rekayasa, manufaktur, teknologi, hingga rantai pasok di dalam negeri.

Mengapa pemerintah memilih baterai NMC?

Penggunaan baterai NMC berkaitan erat dengan strategi pemerintah meningkatkan nilai tambah komoditas nikel di dalam negeri. Indonesia memiliki basis industri nikel yang besar, sementara pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terus dilakukan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menyebut baterai NMC tetap memiliki keunggulan untuk dikembangkan di Indonesia karena bahan baku nikel dan ekosistem industrinya tersedia di dalam negeri. Pemerintah melihat pengembangan baterai berbasis nikel dapat menciptakan keterhubungan antara sektor pertambangan, pengolahan mineral, industri material baterai, manufaktur sel baterai, hingga produksi kendaraan listrik.

Artinya, semakin besar penggunaan baterai NMC dalam kendaraan listrik nasional, semakin besar pula peluang terbentuknya pasar bagi industri baterai berbasis nikel di dalam negeri. Pasar motor listrik Indonesia masih besarPemerintah juga melihat peluang pasar Molinas masih sangat besar.

Data Kemenko Perekonomian menunjukkan jumlah motor konvensional di Indonesia mencapai sekitar 145,25 juta unit. Sementara penetrasi motor listrik baru mencapai 229.554 unit hingga Desember 2025.Kemenko Perekonomian memproyeksikan permintaan motor listrik di Indonesia dapat mencapai 1,5 juta unit pada 2028.

Besarnya potensi pasar tersebut menjadi alasan pemerintah ingin membangun industri motor listrik nasional yang memiliki rantai pasok domestik kuat.Program Molinas juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

Pemerintah memperkirakan ekosistem Molinas dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026-2031 dan menciptakan sekitar 215.000 lapangan kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, serta infrastruktur pengisian daya. Selain itu, program tersebut diproyeksikan menghemat subsidi BBM hingga Rp82,2 triliun sepanjang 2027-2037 dengan asumsi sekitar 11 juta unit motor listrik beroperasi pada 2037.

Program Molinas juga diperkirakan membantu substitusi impor minyak senilai Rp45 triliun.

Molinas bukan sekadar satu merek

Pemerintah sebelumnya menegaskan Molinas dirancang sebagai sebuah ekosistem atau platform yang dapat melibatkan berbagai produsen, bukan satu merek kendaraan tertentu. Karena itu, persyaratan penggunaan baterai berbasis nikel menjadi salah satu standar yang harus dipenuhi produsen apabila ingin masuk dalam kategori Motor Listrik Nasional.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026). Dengan dorongan penggunaan baterai NMC produksi dalam negeri, pemerintah kini berupaya memastikan pertumbuhan kendaraan listrik berjalan beriringan dengan penguatan industri nasional dan hilirisasi nikel.

( berbagai sumber)