Indonesia Gagal Juara Dunia Lagi, Kapan Terakhir Kali Wakil Bulu Tangkis Merah Putih Berjaya?

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Nita Violina Marwah (kiri) dan Amri Syahnawi.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Nita Violina Marwah (kiri) dan Amri Syahnawi. (Foto: PBSI)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Kejuaraan Dunia BWF 2026 memasuki babak final di New Delhi, India, Minggu (23/8/2026). China menjadi negara dengan wakil terbanyak di partai puncak setelah mengirimkan tiga pasangan.

Tiga wakil China tersebut tersebar di tiga sektor. Liang Wei Keng/Wang Chang tampil di ganda putra, Liu Sheng Shu/Tan Ning di ganda putri, sedangkan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping mewakili China pada ganda campuran.

Korea Selatan, Jepang, dan Prancis masing-masing mengirimkan dua wakil ke final. Sementara Malaysia memiliki satu wakil melalui pasangan ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Aaron/Soh melaju ke partai puncak setelah menciptakan kejutan besar pada semifinal. Mereka menumbangkan pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam dua gim langsung dengan skor 21-17, 21-18.

Indonesia Gagal Tembus Final

Indonesia kembali gagal menempatkan wakil di final Kejuaraan Dunia BWF 2026. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadi satu-satunya pasangan Merah Putih yang mampu bertahan hingga semifinal.

Langkah Amri/Nita terhenti setelah menghadapi pasangan ganda campuran nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Pertandingan berlangsung ketat hingga gim penentuan sebelum pasangan Indonesia kalah tipis 22-20, 14-21, 20-22.

Kekalahan tersebut tetap membawa kabar positif karena Amri/Nita memastikan medali perunggu untuk Indonesia. Torehan itu sekaligus menjadi pencapaian terbaik kontingen Merah Putih pada Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Indonesia sendiri mengirimkan 14 wakil yang tersebar di lima sektor. Namun, hanya Amri/Nita yang berhasil menembus semifinal sekaligus mengamankan medali.

Paceklik Gelar Dunia Indonesia Berlanjut

Hasil di New Delhi membuat Indonesia kembali gagal mengakhiri paceklik gelar juara dunia. Terakhir kali wakil Merah Putih mengangkat trofi Kejuaraan Dunia BWF terjadi pada 2019.

Saat itu, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara dunia di Basel, Swiss, setelah tampil sebagai pemenang sektor ganda putra.

Indonesia juga belum mampu memperbaiki hasil dari Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Paris. Tahun lalu, Indonesia hanya membawa pulang satu medali perunggu melalui Putri Kusuma Wardani dari sektor tunggal putri.

Jika ditarik lebih jauh, Indonesia memang memiliki catatan panjang dalam sejarah Kejuaraan Dunia BWF. Namun, sejumlah sektor sudah cukup lama menantikan kembali gelar juara.

Berikut catatan terakhir Indonesia meraih medali emas Kejuaraan Dunia BWF di masing-masing sektor:

  • Tunggal putra: Taufik Hidayat (2005)
  • Tunggal putri: Susi Susanti (1993)
  • Ganda putra: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2019)
  • Ganda putri: Belum pernah
  • Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2017)

Amri/Nita Jadi Satu-Satunya Harapan yang Bersinar

Meski gagal mencapai final, pencapaian Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tetap layak mendapat apresiasi. Keduanya mampu menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menembus semifinal pada Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Lebih istimewa lagi, medali perunggu tersebut mereka raih dalam penampilan perdana di ajang Kejuaraan Dunia BWF.

Hasil ini dapat menjadi modal berharga bagi Amri/Nita untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. Performa mereka di New Delhi menunjukkan pasangan tersebut mampu bersaing dengan pemain papan atas dunia.

Bagi Indonesia, pekerjaan rumah berikutnya tentu bagaimana mengubah pencapaian semifinal dan medali perunggu menjadi gelar juara dunia pada edisi mendatang.

(Berbagai Sumber)