Ganda Campuran Prancis Ukir Sejarah di Kejuaraan Dunia, Medali Amri/Nita Jadi Asa Baru Indonesia
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (paling kanan), naik podium Kejuaraan Dunia 2026. (Foto: Reuters/Bhawika Chhabra)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID — Kejayaan Prancis di Kejuaraan Dunia BWF 2026 ternyata menyisakan cerita positif bagi Indonesia. Di tengah keberhasilan Thom Gicquel/Delphine Delrue merebut gelar juara dunia, pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga berdiri di podium dengan membawa pulang medali perunggu.
Gicquel/Delrue menciptakan sejarah setelah menaklukkan unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, pada final Kejuaraan Dunia BWF 2026 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Minggu (23/8/2026).
Pertandingan berlangsung ketat selama 78 menit. Pasangan Prancis akhirnya memastikan gelar setelah menang 22-20, 19-21, 21-15 atas Feng/Huang.
Kemenangan tersebut membuat Gicquel/Delrue menjadi pasangan Prancis pertama yang berhasil merebut medali emas Kejuaraan Dunia BWF. Namun, perhatian publik Indonesia juga tertuju kepada pasangan yang berdiri di podium bersama mereka.
Amri/Nita mendapatkan medali perunggu setelah terhenti di semifinal. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu menembus empat besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Dalam prosesi penyerahan medali, Amri/Nita berdiri bersama Gicquel/Delrue, Feng/Huang, serta pasangan China lainnya, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, yang juga meraih perunggu.
Bagi Indonesia, pencapaian tersebut terasa penting karena sektor lain gagal mengirimkan wakil hingga semifinal. Amri/Nita justru mampu memberikan kejutan ketika tekanan terhadap ganda campuran Indonesia cukup besar.
Medali perunggu ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali meraih medali Kejuaraan Dunia di nomor ganda campuran. Setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara dunia pada 2017, Amri/Nita menjadi pasangan Indonesia berikutnya yang berhasil naik podium pada ajang bergengsi tersebut.
Prestasi itu memberikan sinyal positif bagi masa depan ganda campuran Indonesia. Meski belum mampu melangkah ke final, Amri/Nita menunjukkan bahwa sektor tersebut masih memiliki potensi untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar dunia.
Harapan semakin besar dengan kembalinya Nova Widianto ke jajaran pelatih ganda campuran pelatnas PBSI. Sosok yang pernah membawa Tontowi/Liliyana meraih berbagai gelar bergengsi itu diharapkan mampu membantu membangun kembali kekuatan sektor ganda campuran Indonesia.
Perjalanan Amri/Nita di New Delhi pun dapat menjadi modal berharga. Mereka kini memiliki pengalaman tampil di panggung terbesar dan merasakan atmosfer persaingan melawan pasangan-pasangan terbaik dunia.
Kegagalan merebut tiket final memang menyisakan pekerjaan rumah. Namun, medali perunggu yang mereka bawa pulang setidaknya memberikan alasan bagi publik Indonesia untuk kembali menaruh harapan pada ganda campuran.
Di saat Prancis merayakan sejarah melalui Gicquel/Delrue, Indonesia juga memiliki cerita tersendiri lewat Amri/Nita. Medali perunggu tersebut mungkin belum menjadi emas, tetapi bisa menjadi awal kebangkitan ganda campuran Merah Putih di pentas dunia.
(Sumber: BWF)
