Tiga Pemain Diaspora Perkuat Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia 2027

welber_jardim_

Pemain Timnas U-20 Indonesia, Welber Jardim. (Foto: PSSI)

GEBRAK.ID — Timnas Indonesia U-20 akan mendapat tambahan kekuatan dari tiga pemain diaspora saat menjalani Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Vientiane, Laos. Ketiganya masuk dalam skuad asuhan Nova Arianto untuk menghadapi persaingan Grup H.

Welber Jardim menjadi salah satu pemain diaspora yang kembali mendapat kepercayaan. Pemain kelahiran Banjarmasin, 25 April 2007, tersebut memiliki darah Brasil dari sang ayah, Elisangelo Jardim de Jesus, yang pernah berkarier sebagai pesepak bola di Indonesia.

Sementara itu, garis keturunan Indonesia Welber berasal dari ibunya, Leilyana Halim. Sang ayah dan ibu bertemu ketika Elisangelo berada di Indonesia.

Nama berikutnya adalah Amar Brkic. Pemain kelahiran Jerman, 11 Juni 2007, itu kini memperkuat Sportverein Darmstadt 1898 yang berkompetisi di kasta kedua Liga Jerman.

Amar memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Kebumen. Adapun sang ayah memiliki keturunan Bosnia-Jerman. Kehadiran Amar diharapkan menambah opsi Nova Arianto di lini permainan Timnas Indonesia U-20.

Satu pemain diaspora lainnya adalah Eizar Jacob. Lahir pada 30 Agustus 2008, Eizar memiliki garis keturunan Australia-Indonesia. Ia masih tercatat sebagai pemain Sydney FC dan mendapat darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Cianjur.

Ketiga pemain tersebut akan menghadapi tantangan penting bersama skuad Garuda Nusantara. Timnas Indonesia U-20 berada di Grup H bersama Laos, Australia, dan Malaysia.

Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 berlangsung di Vientiane mulai 31 Agustus hingga 6 September 2026. Persaingan grup menjadi ujian bagi skuad Nova Arianto untuk mengamankan tiket menuju putaran final.

Dengan kombinasi pemain lokal dan diaspora, Timnas Indonesia U-20 diharapkan mampu tampil kompetitif menghadapi lawan-lawan kuat di grup. Welber Jardim, Amar Brkic, dan Eizar Jacob pun memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membantu Indonesia mengejar hasil terbaik.

Editor: Damar Pratama
(Berbagai Sumber)