Grup Musik for Revenge Bicara Masa Depan Band di Tengah Cedera Chimot

For-Revenge-2.jpg

Grup musik for Revenge dijadwalkan tampil di Bandung untuk konser "Titik Sadrah" pada Sabtu (31/10/2026). (Foto: Antara Suara)

GEBRAK.ID — Grup musik for Revenge akan membawa cerita yang lebih personal dalam konser bertajuk Titik Sadrah di Eldorado Sport and Convention Hall, Bandung, Sabtu (31/10/2026).

Konser tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan dengan penggemar. for Revenge juga akan membuka kisah mengenai perjalanan panjang mereka, termasuk kondisi sang drummer, Chimot, yang tengah menghadapi cedera setelah dua dekade berkarya bersama band tersebut.

Mengusung konsep “pulang” ke titik awal perjalanan, konser Titik Sadrah akan menjadi ruang bagi para personel untuk berbicara mengenai kehilangan, mimpi, konflik, pengorbanan, sekaligus perubahan yang mereka alami selama bertahun-tahun.

Vokalis for Revenge, Boniex, mengaku merasakan perubahan besar ketika harus menjalani aktivitas band tanpa kehadiran Chimot.

“Gue ngerasa enggak utuh lagi sih for Revenge, kayak ada yang hilang aja,” kata Boniex dalam keterangan Antara Suara, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, keinginan membawa for Revenge terus berkembang terkadang membuat dirinya dan para personel lain berlari terlalu cepat. Karena itu, Boniex merasa ada waktu ketika setiap anggota perlu berhenti sejenak untuk melihat kembali kondisi diri masing-masing.

“Gue pribadi kayaknya ada kalanya harus berhenti dulu. Ada satu momen yang kita memang harus memikirkan diri sendiri dulu,” ujarnya.

Chimot juga menghadapi pergulatan serupa. Cedera yang dialaminya membuat sang drummer merasa perlu mengambil jarak dari rutinitas band untuk menemukan kembali dirinya setelah 20 tahun berjuang bersama for Revenge.

“Gue perang di for Revenge itu 20 tahun. Jadi sisanya kayaknya fair deh buat gua cari diri gue sendiri lagi,” ungkap Chimot.

Pembicaraan mengenai Chimot bahkan membuat gitaris Aip tak kuasa menahan tangis. Keduanya memiliki kedekatan yang kuat sejak kembali menjalani perjalanan bersama pada 2016.

Sementara itu, bassist Izha melihat perjalanan dua dekade for Revenge telah membawa para personel memasuki fase kehidupan berbeda. Kini, sebagian besar anggota dan tim sudah memiliki keluarga serta tanggung jawab masing-masing.

Karena itu, mimpi mereka tidak lagi sebatas mengejar pencapaian yang lebih besar. Mempertahankan for Revenge agar tetap bisa berkarya justru menjadi tantangan baru.

Boniex pun menyadari bahwa kehilangan terkadang perlu diterima sebelum sesuatu yang baru dapat lahir. Di sisi lain, Chimot mencoba berdamai dengan kondisi yang sedang dihadapinya.

“Gue harus benar-benar rela. Sudahlah ya, sudahlah. Kali ini aku kalah,” pungkas Chimot.

Tiket konser Titik Sadrah tersedia melalui situs resmi for Revenge di forrevenge.id..

Editor: Devona R
(Sumber: Antara Suara)