Fabregas Dinobatkan Jadi Pelatih Terbaik Serie A, Kiprah Como di Liga Champions Jadi Sorotan

cesc_fabregas_menjadi_kandidat_kuat

Cesc Fabregas mendapat penghargaan bergengsi setelah dinobatkan sebagai pelatih terbaik Serie A Liga Italia 2026. Pengakuan tersebut semakin menambah perhatian terhadap kiprah Como yang akan menjalani musim penuh tantangan, termasuk tampil di Liga Champions. (Foto: Football Italia)

GEBRAK.ID — Cesc Fabregas mendapat penghargaan bergengsi setelah dinobatkan sebagai pelatih terbaik Serie A Liga Italia 2026. Pengakuan tersebut semakin menambah perhatian terhadap kiprah Como yang akan menjalani musim penuh tantangan, termasuk tampil di Liga Champions.

Fabregas menerima penghargaan tersebut dalam ajang Gran Gala del Calcio yang berlangsung pada Rabu (2/9/2026) malam waktu setempat. Prestasi itu tidak terlepas dari keberhasilannya membawa Como tampil mengejutkan sepanjang musim lalu.

Como menjelma menjadi salah satu tim yang mampu mengusik persaingan papan atas Serie A. Klub yang dimiliki Keluarga Hartono asal Indonesia itu bahkan berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions, sebuah pencapaian besar mengingat perjalanan Como dalam beberapa tahun terakhir.

Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan perkembangan Fabregas sebagai pelatih. Ia membangun karier kepelatihan bersama Como setelah mengakhiri perjalanan sebagai pemain di klub tersebut pada 2023.

Perjalanan Fabregas bersama Como pun berlangsung cepat. Ia membantu klub tersebut meraih promosi ke Serie A sebelum membawa tim finis di posisi ke-10 pada musim 2024/2025. Hasil itu terbilang impresif karena Como mampu menjauh dari persaingan zona degradasi pada musim pertamanya setelah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia.

Musim berikutnya menjadi titik penting. Fabregas berhasil membawa Como melompat jauh ke papan atas hingga menempati peringkat keempat. Posisi tersebut sekaligus mengantarkan Como menuju kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Fabregas menangani tantangan yang jauh lebih besar. Como tidak hanya harus mempertahankan performa di Serie A, tetapi juga bersaing menghadapi klub-klub elite Eropa di Liga Champions.

Pada fase liga, Como dijadwalkan bertemu sejumlah lawan dengan nama besar, termasuk Manchester United, Paris Saint-Germain (PSG), Feyenoord, dan Barcelona. Pertandingan melawan klub-klub tersebut akan menjadi ujian penting bagi Fabregas sekaligus pengalaman berharga bagi Como.

Penghargaan sebagai pelatih terbaik Serie A tentu membuat ekspektasi terhadap Fabregas semakin tinggi. Jika mampu membawa Como kembali menciptakan kejutan, terutama dengan melangkah jauh di Liga Champions, reputasinya sebagai pelatih muda potensial akan semakin kuat.

Bagi Como, musim ini bukan sekadar kesempatan mempertahankan posisi di papan atas Serie A. Klub tersebut kini memiliki panggung lebih besar untuk menunjukkan bahwa keberhasilan musim lalu bukan sebuah kebetulan.

(Damar Pratama/Sumber: Football Italia)