Akhir Pekan di Jakarta, Ada Flona 2026 hingga Pameran Permainan Tradisional Betawi

pameran flona 2026 - jakarta smart city

Pameran Pertamanan, Flora dan Fauna (Flona) 2026 berlangsung di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini digelar mulai 28 Agustus hingga 27 September 2026. (Foto: Jakarta Smart City)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Akhir pekan di Jakarta bisa menjadi kesempatan untuk menikmati beragam kegiatan menarik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan sejumlah pameran yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari flora dan fauna, sejarah maritim, perjalanan haji, hingga permainan tradisional Betawi.

Mengutip informasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, sedikitnya ada empat pameran yang bisa menjadi pilihan warga dan wisatawan pada akhir pekan ini.

  1. Flona 2026

Pameran Pertamanan, Flora dan Fauna (Flona) 2026 berlangsung di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini digelar mulai 28 Agustus hingga 27 September 2026.

Flona 2026 mengusung konsep Ekoregion Nusantara yang membagi area pameran ke dalam enam zona, yakni Sumatera, Jawa dan Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku, serta Papua.

Setiap zona memperkenalkan kekayaan flora dan fauna, sejarah, keanekaragaman hayati, serta kearifan lokal dari berbagai wilayah Indonesia. Pameran ini juga menghadirkan beragam stan yang dapat menjadi pilihan bagi pengunjung.

  1. Kemilau Laut Cermin

Bagi pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan budaya, Museum Tekstil Jakarta menggelar pameran “Kemilau Laut Cermin: Simfoni Peradaban Makau di Jalur Sutra Maritim”.

Pameran tersebut mengangkat perjalanan Makau sebagai ruang pertemuan peradaban Tiongkok, Barat, dan Nusantara sejak abad ke-16.

Koleksi serta materi visual yang ditampilkan mengajak pengunjung melihat hubungan antarbudaya melalui peninggalan arsitektur, porselen bersejarah, hingga perkembangan seni pertunjukan.

  1. Dari Batavia ke Baitullah

Museum Arkeologi Onrust, Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, menghadirkan pameran “Dari Batavia ke Baitullah: Menelusuri Jejak Perjalanan Haji Nusantara ketika Laut Menjadi Jalan Menuju Tanah Suci”.

Pameran yang berlangsung hingga 1 Januari 2027 ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan haji pada masa lalu. Kisah tentang kapal, pelabuhan, laut, dan para jemaah menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan masyarakat Nusantara menuju Tanah Suci.

Selain sisi spiritual, pameran tersebut memperlihatkan perjalanan haji sebagai bagian dari sejarah maritim, perjumpaan budaya, dan pertukaran pengetahuan.

  1. Pameran “Maen”

Sementara itu, Museum Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan, menggelar pameran temporer bertema “Maen” hingga 31 Desember 2026.

Pameran ini membawa pengunjung bernostalgia dengan berbagai permainan tradisional yang pernah menjadi bagian dari keseharian anak-anak, seperti congklak, gundu, petak umpet, serta permainan khas Betawi lainnya.

Dahulu, halaman rumah, gang, hingga tanah lapang dapat menjadi ruang bermain. Kini, ketika ruang bermain anak semakin terbatas, pameran “Maen” menjadi salah satu cara untuk kembali mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.

Keempat pameran tersebut menawarkan pilihan wisata akhir pekan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang alam, sejarah, budaya, dan tradisi Indonesia.

(Devona R/Sumber: Disparekraf DKI Jakarta)