The Grimm Reapress and the Drearytale Monster Akan Hadir di Barat pada 2027

The Grimm Reapress and the Drearytale Monster Akan Hadir di Barat pada 2027. (Foto: Anime News Network).

The Grimm Reapress and the Drearytale Monster Akan Hadir di Barat pada 2027. (Foto: Anime News Network).

GEBRAK.ID– Kabar terbaru datang untuk para penggemar game petualangan fantasi. NIS America mengumumkan bahwa The Grimm Reapress and the Drearytale Monster (Shinigami Hime to Ishokan no Kaibutsu) akan dirilis di wilayah Barat pada 2027.

Game tersebut akan tersedia untuk Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, serta PC melalui Steam. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, NIS America juga merilis trailer perdana yang memperlihatkan sekilas dunia, karakter, serta atmosfer unik yang ditawarkan game ini.

Sebelumnya, The Grimm Reapress and the Drearytale Monster telah diluncurkan di Jepang pada 30 April untuk Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, dan PlayStation 5.

Petualangan Fantasi dengan Gaya Buku Cerita

The Grimm Reapress and the Drearytale Monster merupakan game petualangan side-scrolling yang mengusung estetika layaknya buku cerita bergambar. Gaya visual tersebut juga menjadi bagian penting dalam penyampaian narasinya, sehingga dunia game terasa seperti dongeng yang perlahan berubah menjadi kisah gelap dan mengerikan.

Cerita berfokus pada Mono, seorang gadis yang merupakan bagian dari keluarga pemilik gedung opera. Mono diperlakukan buruk dan disisihkan oleh keluarganya. Ia hanya diberi tugas untuk mengurus berbagai pekerjaan di gedung opera dan tinggal di loteng.

Satu-satunya anggota keluarga yang menyayanginya adalah kakak perempuannya. Sang kakak mengajarkan Mono tentang opera dan tari, memberikan sedikit kebahagiaan di tengah kehidupan Mono yang penuh kesulitan.

Namun, kehidupan tersebut berubah drastis ketika kakaknya terjangkit penyakit misterius bernama Paper Mortis atau Shinigami-byō.

Penyakit yang Mengubah Manusia Menjadi Monster Kertas

Paper Mortis bukanlah penyakit biasa. Orang yang terinfeksi secara perlahan akan berubah menjadi bagian dari sebuah buku cerita bergambar. Pada tahap berikutnya, mereka akhirnya berubah menjadi makhluk mengerikan yang dikenal sebagai paper monster.

Penyakit ini diketahui lebih banyak menyerang gadis remaja. Pemerintah telah menyerah untuk menemukan obatnya dan memilih mengisolasi para penderita di fasilitas khusus bernama Asylum Library.

Di tempat tersebut, para pasien dibiarkan menjalani sisa hidup mereka tanpa harapan untuk sembuh.

Setelah kakaknya dikirim ke salah satu Asylum Library, Mono memutuskan untuk pergi mencarinya. Ia bertekad melakukan sesuatu yang dianggap mustahil: menemukan cara untuk mengembalikan kondisi kakaknya seperti semula.

Dunia Buku Cerita yang Penuh Trauma

Ketika tiba di Asylum Library, Mono justru menemukan tempat tersebut telah dipenuhi paper monster. Tidak hanya itu, realitas di dalam fasilitas tersebut juga mengalami distorsi.

Dunia buku cerita yang tercipta dari para pasien mulai muncul dalam bentuk ruang-ruang aneh. Setiap dunia tersebut menjadi manifestasi dari buku cerita yang berhubungan dengan ingatan dan trauma orang-orang yang telah berubah akibat penyakit tersebut.

Dalam perjalanannya, Mono bertemu dengan Mär, seekor paper monster legendaris. Keduanya kemudian membentuk aliansi yang tidak sepenuhnya didasari rasa percaya.

Mär memiliki dendam terhadap umat manusia karena sebuah peristiwa di masa lalu. Meski demikian, ia bersedia melindungi Mono ketika gadis tersebut menjelajahi Asylum Library dan berbagai dunia buku cerita demi menemukan kakaknya.

Tim Kreatif di Balik Game

Game ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Kento Jobana, yang sebelumnya terlibat dalam Phantom Brave: The Lost Hero dan Disgaea 7.

Untuk desain karakter dan ilustrasi, proyek ini melibatkan ilustrator Sayaka Oda, yang dikenal melalui karyanya dalam The Cruel King and the Great Hero serta The Liar Princess and the Blind Prince.

Sementara itu, musik game digarap oleh Takeshi Matsumoto, yang juga pernah mengerjakan musik untuk kedua judul tersebut.

Lagu tema utama dibawakan oleh Akiko Shikata, penyanyi yang dikenal lewat kontribusinya pada seri Ar Tonelico. Shikata sebelumnya juga menyumbangkan lagu untuk The Cruel King and the Great Hero dan The Liar Princess and the Blind Prince.

Dengan perpaduan visual bergaya buku cerita, dunia fantasi yang gelap, serta kisah tentang keluarga, penyakit, ingatan, dan trauma, The Grimm Reapress and the Drearytale Monster menjadi salah satu game yang menarik untuk diperhatikan menjelang perilisan versi Baratnya pada 2027.

(Damar Pratama/ Anime News Network 5 September 2026).