Kapal Virgo Miring Mendadak tanpa Alarm Lalu Tenggelam, Penumpang Ini Ungkap Detik-detik Mencekam

penumpang selamat virgo ahmad saudi

Ahmad Saudi, salah satu penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dari Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). (Foto: Antaranews.com)

GEBRAK.ID — Kesaksian penumpang selamat mengungkap detik-detik mencekam sebelum Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Ahmad Saudi, salah satu penumpang yang berhasil menyelamatkan diri, mengatakan kapal tiba-tiba miring ke kiri sekitar pukul 01.20 Wita. Kondisi tersebut berlangsung sangat cepat dan, menurut kesaksiannya, tidak disertai alarm maupun pemberitahuan dari awak kapal.

Saat kejadian, Ahmad sedang tidur di sofa. Ia kemudian mendengar seorang penumpang berlari sambil memberi tahu bahwa kapal dalam kondisi miring.

“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu malam, dikutip dari Antara.

Ahmad berusaha mempertahankan diri dengan berpegangan pada tiang dekat jendela ketika badan kapal terus condong. Setelah kapal semakin miring, ia bergerak menuju bagian atas hingga akhirnya berhasil keluar.

“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.

Setelah kapal tenggelam, Ahmad bersama sejumlah penumpang lain bertahan di perahu karet dalam kondisi laut gelap. Ia menyebut terdapat 15 orang di perahu karet tersebut dan semuanya akhirnya berhasil dievakuasi ke kapal penolong.

“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.

Perjuangan untuk bertahan hidup berlangsung sekitar tiga jam. Ahmad mengatakan angin kencang dan gelombang besar terus menghantam perahu karet yang mereka gunakan.

“Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujar Ahmad.

Baca juga: Kapal Virgo Bawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan KN SAR Laksmana

Ahmad juga mengaku tidak mengetahui kondisi seluruh penumpang yang masih berada di dalam kamar ketika kapal mulai miring. Menurut pengamatannya, sebagian orang yang berhasil keluar merupakan laki-laki.

“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ungkapnya.

Virgo Transport 8 merupakan kapal feri jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru.

Kapal dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 Wita setelah sebelumnya mengalami kemiringan di tengah kondisi laut yang buruk.

Basarnas kemudian mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk memperkuat operasi pencarian. Armada tersebut terdiri atas kapal, helikopter, dan pesawat yang menyisir lokasi kejadian di perairan Masalembo.

Hingga pembaruan terakhir yang dikutip dalam laporan ini, 107 orang telah ditemukan selamat dan enam orang meninggal dunia. Sebanyak 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Angka tersebut terus diperbarui seiring berlangsungnya operasi SAR.

Penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui. Pemerintah dan tim SAR masih memusatkan perhatian pada pencarian korban serta penanganan para penumpang yang berhasil dievakuasi.

(Saeful Imam/Sumber: Antara)