Awal Ramadhan 2027 Diperkirakan 8 Februari, Ini Dasar Perhitungannya
BMKG mencatat ijtimak awal Ramadhan 1448 H terjadi pada 6 Februari 2027. Pemerintah baru akan menetapkan awal puasa melalui sidang isbat. (Foto:freepik)
GEBRAK.ID,JAKARTA — Bulan Ramadhan 1448 Hijriah diperkirakan mulai pada Senin, 8 Februari 2027. Namun, tanggal tersebut masih berupa perkiraan dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Penetapan awal Ramadhan di Indonesia dilakukan melalui sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatulhilal.
Mekanisme tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat. Salah satu data yang dapat menjadi rujukan untuk memperkirakan awal Ramadhan 2027 adalah peta ketinggian hilal yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ijtimak Awal Ramadhan Terjadi 6 Februari 2027
Dalam Peta Ketinggian Hilal Tahun 2027, BMKG mencatat ijtimak atau konjungsi yang menandai awal Ramadhan 1448 H terjadi pada Sabtu, 6 Februari 2027 pukul 22.56.02 WIB. Pada saat Matahari terbenam pada 6 Februari, posisi hilal di wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk. Ketinggiannya diperkirakan berada pada kisaran -4,52 derajat di Jayapura hingga -3,22 derajat di Tua Pejat.
Dengan posisi tersebut, hilal belum memenuhi kriteria yang digunakan pemerintah untuk menentukan masuknya bulan baru. PMA Nomor 1 Tahun 2026 menetapkan bahwa penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dalam sidang isbat menggunakan kriteria imkanur rukyat. Berdasarkan kesepakatan MABIMS, kriteria tersebut mensyaratkan tinggi Bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Apabila kriteria tersebut tidak terpenuhi, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari.
Mengapa Diperkirakan 8 Februari?
Data BMKG menunjukkan posisi hilal pada 6 Februari belum memungkinkan untuk menjadi penanda masuknya Ramadhan. Karena itu, berdasarkan perhitungan kalender dan kondisi hilal, 1 Ramadhan 1448 H diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Perkiraan ini juga sejalan dengan kalender Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Kalender tersebut mencantumkan 1 Ramadhan 1448 H bertepatan dengan 8 Februari 2027. Dengan demikian, jika perkiraan tersebut sesuai dengan hasil penetapan pemerintah, umat Islam diperkirakan mulai melaksanakan puasa pada Senin, 8 Februari 2027.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu menunggu keputusan resmi pemerintah karena tanggal awal Ramadhan baru memiliki kepastian setelah proses penetapan melalui sidang isbat.
Pemerintah Gunakan Hisab dan Rukyat
Pemerintah tidak hanya menggunakan satu metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. Berdasarkan PMA Nomor 1 Tahun 2026, penetapan dilakukan dengan mempertimbangkan hisab dan rukyatulhilal.
Sidang isbat diselenggarakan Menteri Agama pada 29 Syakban untuk menentukan awal Ramadhan. Forum tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain Kementerian/Lembaga, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, DPR, serta pakar atau ahli.
Dalam pelaksanaan sidang isbat sebelumnya, pemerintah juga melibatkan lembaga yang memiliki kompetensi dalam bidang astronomi dan pemantauan hilal, termasuk BMKG dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Jadwal Ramadhan 2027 Belum Bersifat Final
Perkiraan 8 Februari 2027 perlu dibedakan dari keputusan resmi pemerintah. Hingga September 2026, pemerintah belum menetapkan 1 Ramadhan 1448 H. Karena itu, tanggal tersebut masih dapat berubah apabila hasil hisab dan rukyat dalam sidang isbat nantinya menghasilkan keputusan berbeda.
Sebagai pembanding, pemerintah pada penetapan Ramadhan 1447 H menggunakan hasil hisab dan rukyat sebelum menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Masyarakat dapat menggunakan data astronomi dan kalender Hijriah sebagai acuan persiapan, tetapi kepastian tanggal awal puasa versi pemerintah tetap menunggu hasil sidang isbat Kemenag.
(Devona R/ berbagai sumber)
