GEBRAK.ID Sampaikan Duka, Doa, dan Harapan bagi 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Ucapan Duka GEBRAK ID untuk 5 Jurnalis Hilang Anak Krakatau

Tim Redaksi GEBRAK.ID menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

GEBRAK.ID — Tim Redaksi GEBRAK.ID menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan seprofesi, serta insan pers di Indonesia. Kelima jurnalis yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, diketahui tengah menjalankan tugas jurnalistik dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju sekitar Gunung Anak Krakatau.

Kelima jurnalis itu adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga kru, yakni Warta sebagai kapten, Sukarman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.

“Dedikasi, keberanian, dan pengabdian mereka patut kita hormati. Dalam situasi bencana, kerja jurnalistik menjadi jembatan informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat,” demikian pernyataan Tim Redaksi GEBRAK.ID, Jumat (18/9/2026).

Sejak laporan hilang kontak diterima, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian melalui jalur laut, darat, dan udara. Namun, hingga memasuki hari ke-10, petugas belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Operasi SAR kemudian dihentikan pada Kamis (17/9/2026) setelah masa pencarian diperpanjang selama tiga hari.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan penghentian operasi tersebut dilakukan setelah evaluasi menyeluruh. Selama pencarian, Tim SAR Gabungan menemukan 13 objek, antara lain jaket pelampung, terpal, helm, dan material lainnya. Setelah diperiksa, seluruh temuan itu dipastikan tidak berkaitan dengan KM Arupadhatu I.

Meski operasi aktif dihentikan, pemantauan tetap berlangsung. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyatakan informasi atau petunjuk baru mengenai keberadaan kapal dan para penumpangnya akan ditindaklanjuti. Jika ditemukan tanda-tanda yang relevan, operasi SAR dapat kembali dibuka.

“Keluarga berhak memperoleh informasi yang jelas dan transparan. Dukungan kepada keluarga juga harus terus diberikan selama proses penantian ini,” ujar Tim Redaksi GEBRAK.ID.

GEBRAK.ID juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur SAR, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, masyarakat, dan insan pers yang telah terlibat dalam pencarian.

Di tengah ketidakpastian ini, doa dan harapan tetap dipanjatkan. Semoga keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal diberi kekuatan menghadapi masa penantian, sementara setiap petunjuk baru dapat membawa titik terang mengenai keberadaan para jurnalis.

Bagi dunia jurnalistik, peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa tugas mencari dan menyampaikan informasi kepada publik sering dilakukan di tengah situasi berisiko. Karena itu, keselamatan jurnalis harus selalu menjadi bagian penting dalam setiap peliputan, terutama ketika bekerja di wilayah bencana dan kondisi alam yang berbahaya.

(Tim Redaksi GEBRAK.ID)