Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Tersedak Kelengkeng MBG, SPPG akan Evaluasi Menu Buah

1790146386110

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP. SPPG Poncowarno kini mengevaluasi pemberian buah berbiji dalam menu MBG. (Foto: ist)

GEBRAK.ID,LAMPUNG TENGAH – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Dapur 1 Poncowarno, Lampung Tengah, akan mengevaluasi pemberian buah kelengkeng dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah seorang siswa sekolah dasar meninggal dunia akibat tersedak buah tersebut. Korban merupakan siswa kelas 3 SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) ketika korban menyantap kelengkeng yang menjadi bagian dari paket MBG. Kepala SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno, Yogi Ganda, mengatakan pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari guru sekolah. Menurut Yogi, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara MBG, terutama terkait jenis buah yang diberikan kepada siswa sekolah dasar.

Siswa Tersedak Saat Makan Kelengkeng

Berdasarkan keterangan polisi, korban mengalami insiden ketika berada di ruang kelas. Saat menyantap kelengkeng, korban disebut sedang bermain dan berlari-larian. Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP M Prenanta Al Ghazali mengatakan korban kemudian mengalami tersedak dan meminta pertolongan. Teman korban membawa siswa tersebut keluar kelas untuk meminta bantuan penjaga sekolah. Upaya pertolongan awal dilakukan dengan menepuk punggung korban. Pihak sekolah kemudian turut memberikan pertolongan sebelum korban dibawa ke Puskesmas Poncowarno.

Polisi menyebut korban sempat memuntahkan sebagian makanan yang dikonsumsinya. Namun, benda yang diduga menyumbat saluran pernapasan tidak berhasil dikeluarkan. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RS Kartini. Setelah tiba di ruang gawat darurat dan menjalani pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Polres Lampung Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian tersebut. Pihak keluarga korban juga disebut menolak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan kronologi dan faktor yang menyebabkan insiden tersebut.

SPPG Evaluasi Pemberian Buah

Kejadian tersebut mendorong SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno melakukan evaluasi terhadap menu MBG, khususnya pemberian buah yang memiliki biji kepada siswa. Evaluasi diperlukan untuk mempertimbangkan aspek keamanan makanan bagi anak-anak, selain kandungan gizi dalam menu MBG.

Sebelumnya, BGN menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan program MBG. BGN menyatakan SPPG yang ditemukan tidak memenuhi standar operasional maupun keamanan pangan dapat dievaluasi dan dihentikan sementara sampai perbaikan dilakukan.

Dalam kasus Lampung Tengah, evaluasi terhadap menu dilakukan setelah insiden tersedaknya siswa tersebut. Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan saat makanan MBG dikonsumsi siswa, terutama anak usia sekolah dasar yang masih membutuhkan pendampingan dalam mengonsumsi makanan tertentu.

(Dinar K/ berbagai sumber)