Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Hilang Diduga Dicuri, CCTV Ikut Terganggu

1790579484776

Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Hilang Diduga Dicuri, CCTV Ikut Terganggu. (Foto: ist)

GEBRAK.ID,LAMPUNG SELATAN– Sejumlah aki yang menjadi bagian dari perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan hilang dan diduga dicuri. Kejadian ini diketahui saat tim Pos Pantau GAK Lampung Selatan melakukan pengecekan terhadap peralatan yang mengalami kerusakan, termasuk CCTV yang tidak berfungsi.

Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan adanya informasi tersebut. Namun, ia mengaku belum menerima laporan lengkap dari tim yang berada di lokasi. “Benar, katanya ada aki yang hilang. Tapi saya belum konfirmasi sama yang di lapangan,” kata Suwarno, Minggu (27/9/2026).

Kronologi Penemuan

Menurut Suwarno, tim memang tengah berada di kawasan GAK untuk memperbaiki sejumlah peralatan pemantauan yang mengalami gangguan. Salah satunya adalah CCTV yang diketahui tidak berfungsi. Saat melakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut, tim justru menemukan aki yang seharusnya menjadi bagian dari perangkat sudah tidak berada di tempatnya. “Iya, untuk memperbaiki alat di sana. Kan nggak jalan itu. Rencananya mau perbaikan, pas dilihat malah aki-akinya pada hilang,” ujar Suwarno.

Jumlah Aki yang Hilang Belum Pasti

Suwarno menyebut dirinya mendapat informasi mengenai delapan titik perangkat yang diperiksa. Namun, ia belum dapat memastikan apakah aki di seluruh titik tersebut hilang atau hanya sebagian. “Katanya sih ada delapan. Entah yang hilangnya atau semuanya yang delapan-delapannya itu atau yang sebagian,” ungkapnya.

Kepastian jumlah aki yang hilang masih menunggu laporan dari tim di lapangan. Komunikasi dengan tim juga terkendala karena keterbatasan sinyal di sekitar kawasan GAK. “Belum. Saya belum konfirmasi karena diteleponin sama saya mungkin karena ada di laut atau di mana, ini kan susah sinyal di sana,” jelas Suwarno.

Kapan Aki Hilang? Suwarno belum dapat memastikan kapan aki tersebut hilang. Ia menduga kehilangan baru diketahui setelah aktivitas erupsi GAK mereda dan tim dapat kembali melakukan pengecekan terhadap perangkat pemantauan. “Ya mungkin (hilangnya) habis erupsi, nggak tahu siapa yang ke situ ya mungkin karena sudah reda ada yang ke sana,” katanya.

Hingga kini, belum diketahui siapa yang mengambil aki tersebut maupun bagaimana perangkat itu bisa hilang dari lokasi.

Dampak pada Pemantauan

Hilangnya aki yang berfungsi sebagai penyuplai daya listrik berdampak langsung pada matinya sejumlah peralatan pemantau visual dan seismik. Tanpa aki, perangkat pemantauan tidak dapat beroperasi untuk mengirimkan data aktivitas vulkanik secara real-time. Berdasarkan data Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level II (Waspada), setelah sebelumnya berada di Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026.

Status diturunkan pada 21 September 2026 setelah aktivitas vulkanik menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, pemantauan terhadap gunung api tetap memerlukan peralatan yang berfungsi optimal untuk mengantisipasi perubahan aktivitas yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Konteks Aktivitas GAK Terkini

Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi menerus selama kurang lebih 25 jam pada 4–6 September 2026. Erupsi tersebut menghasilkan aliran lava yang menambah luas daratan gunung hingga 32,8 hektare.

Data Badan Geologi menunjukkan luas daratan GAK kini mencapai 345,1 hektare, melampaui ukuran sebelum erupsi dan kolaps pada Desember 2018. Gunung tersebut saat ini berada dalam fase rekonstruksi atau pembangunan kembali. Seiring penurunan status, Badan Geologi memperbarui zona bahaya. Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah utama, serta radius 1 kilometer dari dua pulau baru yang muncul di sekitar GAK.

(Dinar K/ berbagai sumber)