Musik Dangdut Dibidik Masuk UNESCO pada 2027, Kampanye Nasional Resmi Diluncurkan
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon (tengah) dalam malam puncak Panggung Berdaya, rangkaian peringatan Hari Kebudayaan 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Kemenbud)
GEBRAK.ID — Musik dangdut bersiap melangkah ke panggung dunia. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan kampanye Dangdut Goes to UNESCO untuk mendorong musik yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia itu masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2027.
Kampanye tersebut diperkenalkan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dalam malam puncak Panggung Berdaya, rangkaian peringatan Hari Kebudayaan 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Fadli menilai dangdut merupakan bagian penting dari kekayaan budaya nasional. Musik ini tumbuh bersama masyarakat dan menyerap pengaruh berbagai tradisi, tetapi berkembang dengan karakter khas Indonesia.
“Musik dangdut bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu kita jaga dan kembangkan. Kita ingin dangdut jadi Warisan Budaya Takbenda dunia yang diakui oleh UNESCO. Untuk itu, dukungan para musisi, komunitas, seniman, dan pegiat budaya sangat diperlukan agar musik dangdut terus diwariskan pada generasi muda dan kain dikenal di tingkat internasional,” ujar Fadli.
Perlu Dukungan Komunitas Dangdut
Pengusulan dangdut ke UNESCO bukan gagasan yang baru muncul. Pada Februari 2026, Fadli telah membuka ruang kolaborasi dengan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) dan komunitas musik untuk mempersiapkan langkah tersebut.
Baca Juga
Fadli menyebut dangdut telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Pencatatan itu menjadi salah satu modal penting dalam proses pengajuan ke tingkat internasional.
Namun, pengakuan UNESCO membutuhkan persiapan yang matang, termasuk penyusunan kajian dan dokumen nominasi bersama para pelaku budaya. Karena itu, keterlibatan musisi, organisasi, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan musik dangdut.
Jika proses pengusulan berjalan sesuai rencana, pengakuan internasional diharapkan dapat memperluas perhatian dunia terhadap dangdut sekaligus memperkuat upaya pewarisan musik tersebut kepada generasi berikutnya.
BUDAYA GO! Dorong Inovasi Berbasis Budaya
Selain kampanye dangdut, Kementerian Kebudayaan juga meluncurkan BUDAYA GO! 2026: Kompetisi Inovasi Budaya Indonesia. Program bertema “Indonesia Cultural Power” itu mengusung gagasan “Inventing the Future from Indonesian Culture”.
Kompetisi tersebut mencakup dua kategori, yakni Inovasi Digital untuk pengembangan produk dan solusi teknologi berbasis budaya serta Inovasi Fisik/Purwarupa untuk penciptaan material, produk, atau karya fisik yang bersumber dari kebudayaan.
Program ini menyasar produk inovasi budaya yang telah diluncurkan dan dipasarkan sekurang-kurangnya selama enam bulan. Informasi jadwal dan pendaftaran, menurut keterangan penyelenggara, dapat diakses melalui laman budaya.go.id mulai 19 Oktober 2026.
Menutup sambutannya, Fadli mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pelestarian sekaligus pengembangan budaya Indonesia. “Mari kita dukung musik dangdut menuju UNESCO dan rayakan kekuatan serta kekayaan budaya kita,” pungkasnya.
Upaya tersebut menempatkan dangdut bukan sekadar hiburan populer, melainkan juga warisan budaya yang perlu didokumentasikan, dikembangkan, dan diteruskan lintas generasi.
(Devona R/Sumber: Kemenbud)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID