Produksi Beras Indonesia Naik 13,29 Persen, Pemerintah Klaim Swasembada

IMG-20261023-WA0004

Produksi beras nasional 2025 mencapai 34,69 juta ton. Pemerintah menyebut kenaikan produksi menjadi salah satu fondasi swasembada pangan. (Foto: Kementan)

GEBRAK. ID, JAKARTA – Produksi beras Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah menyebut kenaikan produksi tersebut menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat swasembada pangan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka tersebut meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 30,62 juta ton.Produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) pada 2025 tercatat mencapai 60,21 juta ton. Luas panen padi juga meningkat menjadi sekitar 11,32 juta hektare.

Kementerian Pertanian menyebut peningkatan tersebut merupakan hasil dari penguatan kebijakan pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari pupuk, irigasi, benih, mekanisasi hingga penyerapan hasil panen. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan produksi tidak terlepas dari kerja bersama antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, serta BUMN pangan.

Menurut Amran, swasembada tidak cukup hanya dilihat dari besarnya produksi. “Produksi meningkat karena petani bekerja lebih keras dan pemerintah memperkuat dukungan dari hulu sampai hilir,” ujar Amran dalam rilis Kementan, 20 Oktober 2026.

Tantangan menjaga swasembada

Pemerintah sebelumnya mempercepat target swasembada pangan yang semula dirancang dalam waktu empat tahun menjadi satu tahun. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan deklarasi swasembada pangan pada 7 Januari 2026 di Karawang, Jawa Barat. Namun, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Indonesia masih perlu memperkuat produksi kedelai, bawang putih dan daging sapi.

Selain itu, perubahan iklim, biaya produksi, ketersediaan air, distribusi pangan serta kesejahteraan petani menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan swasembada. Kementan menegaskan bahwa peningkatan produksi harus dibarengi dengan perlindungan petani dan kemampuan negara menjaga cadangan pangan. Dengan demikian, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi beras, tetapi juga memastikan stok tersedia, petani memperoleh harga yang layak dan masyarakat dapat membeli pangan dengan harga terjangkau.

(Dinar K/ berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID