TKA 2026 Gunakan Pengawasan Kamera dan Zoom dengan Dukungan 52 Ribu Petugas
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/SMK/MA dan sederajat tidak hanya mengandalkan pengawasan langsung di ruang ujian. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menerapkan pemantauan daring melalui kamera dan Zoom untuk menjaga integritas pelaksanaan tes. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/SMK/MA dan sederajat tidak hanya mengandalkan pengawasan langsung di ruang ujian. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menerapkan pemantauan daring melalui kamera dan Zoom untuk menjaga integritas pelaksanaan tes.
TKA gelombang pertama mulai berlangsung pada Senin (26/10/2026). Pemerintah menyiapkan sistem pengawasan berlapis agar peserta mengikuti ujian sesuai ketentuan dan hasil asesmen dapat dipertanggungjawabkan.
Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pengawasan tersebut menggabungkan pemantauan langsung, pengawasan virtual, dan dokumentasi.
“Ada sistem pengawasan yang dirancang untuk menjaga agar tes berlangsung tertib, objektif, dan kredibel,” demikian penjelasan Pusmendik melalui akun Instagram resminya, Minggu (25/10/2026).
Dua jenis petugas terlibat dalam mekanisme tersebut, yakni pengawas ruang dan penyelia. Keduanya memiliki tugas berbeda, tetapi saling melengkapi untuk mencegah pelanggaran selama ujian.
Baca Juga
Pengawas ruang bertugas memantau peserta secara langsung di lokasi tes. Petugas berasal dari satuan pendidikan lain untuk mendukung independensi pengawasan. Mereka memverifikasi identitas peserta, menjelaskan tata tertib, mengawasi jalannya ujian, serta mencatat kejadian atau dugaan pelanggaran.
Sementara itu, penyelia memantau proses pengawasan melalui Zoom. Mereka memastikan pengawas ruang menjalankan tugas sesuai prosedur dan mendokumentasikan pelaksanaan ujian berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Kamera yang terpasang di ruang ujian bukan sekadar perlengkapan tambahan. Perangkat tersebut membantu penyelia memantau jalannya pengawasan secara virtual. Rekaman Zoom juga diaktifkan sebagai bagian dari dokumentasi pelaksanaan TKA.
Jumlah petugas yang dikerahkan cukup besar. Berdasarkan informasi resmi Kemendikdasmen melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, pemerintah menyiapkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia untuk TKA 2026.
Selain menyiapkan petugas, sekolah harus memastikan ruang ujian, perangkat komputer, koneksi internet, dan kebutuhan teknis lainnya siap digunakan. Kesiapan tersebut penting agar pelaksanaan tes berjalan lancar di setiap satuan pendidikan.
Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa integritas TKA tidak hanya bergantung pada petugas. Peserta harus mematuhi tata tertib, mengerjakan soal secara mandiri, dan tidak melakukan kecurangan.
Pusmendik menekankan bahwa hasil asesmen yang kredibel berawal dari proses yang dijaga bersama. Karena itu, pengawasan berlapis diharapkan tidak hanya mencegah pelanggaran, tetapi juga menjaga kepercayaan terhadap hasil TKA.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID