Kodim Ungkap Kondisi Mental Koptu TNI Beratribut Jenderal di Bandara Juanda yang Viral

viral-anggota-tni-nyamar-jenderal-bintang-4-di-bandara-1793773127160_169

Aksi seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Kopral Satu (Koptu) yang mengenakan seragam dengan atribut jenderal bintang empat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi perhatian publik. (Foto: istimewa)

GEBRAK.ID — Aksi seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Kopral Satu (Koptu) yang mengenakan seragam dengan atribut jenderal bintang empat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi perhatian publik. Di balik kejadian yang viral di media sosial itu, pihak TNI mengungkap bahwa prajurit berinisial MT tersebut telah lama menjalani penanganan terkait kondisi kesehatan kejiwaannya.

Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo Letkol Arh Muhammad Ansyari membenarkan bahwa MT merupakan anggota yang bertugas di satuannya. Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/11/2026), ketika MT hendak melakukan perjalanan menuju Palembang untuk menemui istri dan anaknya.

Penampilan MT dengan atribut yang tidak sesuai ketentuan menarik perhatian personel Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Juanda. Petugas kemudian mengamankan dan memeriksa identitasnya. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa pangkat asli MT adalah Koptu, bukan jenderal.

Ansyari menjelaskan, pihaknya telah memeriksa MT dan mengembalikannya kepada keluarga. Ia juga mengungkap bahwa kondisi kesehatan prajurit tersebut sudah menjadi perhatian satuan sejak sebelum bertugas di Kodim 0816/Sidoarjo.

“Bahwa betul anggota yang bernama Koptu MT jabatan di Tantama Kodim 0816 yang pada hari Senin kemarin viral menggunakan seragam atribut yang tidak sesuai dengan TNI AD pada saat ataupun ditemukan di Bandara Juanda,” kata Ansyari, Rabu (4/11/2026).

Riwayat Pemeriksaan Kesehatan

Menurut Ansyari, tanda-tanda gangguan kondisi kejiwaan MT mulai terlihat ketika menjalani proses perpindahan satuan. Saat itu, MT sempat mengalami kondisi emosional hingga mengamuk sehingga tim intelijen Korem harus mengamankannya sebelum proses pemindahan dilanjutkan.

Pemeriksaan medis kemudian dilakukan di Rumah Sakit Tingkat II Soepraoen pada 2025. Berdasarkan keterangan Ansyari, hasil pemeriksaan saat itu mencatat kondisi kejiwaan MT dalam kategori J4. Sejak itu, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan rutin oleh dokter spesialis kejiwaan di rumah sakit wilayah Surabaya.

Pihak satuan juga menyesuaikan pekerjaan MT dengan memberikan tugas-tugas ringan, termasuk pekerjaan kebersihan markas. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

Ansyari menyebut kondisi MT semakin memburuk setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, terutama setelah kehilangan ibunya beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut diduga menambah beban pikiran yang bersangkutan.

Diusulkan Pensiun Dini

Terkait penggunaan atribut jenderal, Ansyari memastikan tanda pangkat bintang empat yang dikenakan MT tidak mencerminkan pangkat kedinasannya. Pihak Kodim masih mendalami asal-usul atribut tersebut.

Kodim 0816/Sidoarjo juga telah berkoordinasi dengan Korem 084/Bhaskara Jaya dan Kodam V/Brawijaya untuk membahas tindak lanjut terhadap MT.

Ansyari menyampaikan satuannya mengusulkan agar MT menjalani pensiun dini atau pemberhentian dengan hormat dari dinas militer. Usulan itu mempertimbangkan kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan berkelanjutan.

Kasus ini menjadi perhatian tidak hanya dari sisi penggunaan atribut kedinasan, tetapi juga pentingnya pendampingan kesehatan bagi prajurit. Hingga kini, keputusan akhir mengenai status kedinasan MT masih menunggu proses dan pertimbangan dari komando atas.

(Saeful Imam/berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID