Revitalisasi TK Maarif Al-Fattah Surabaya: Ruang Kelas Baru dan Layar Interaktif Siap Pakai
Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, meninjau hasil revitalisasi sekolah di TK Maarif Al-Fattah Surabaya, pada Jumat (6/11/2026). (Foto: Laili/Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, SURABAYA — Pemerintah terus memperluas pemerataan sarana pendidikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, termasuk untuk lembaga PAUD swasta. Salah satu penerima manfaat adalah TK Maarif Al-Fattah di Surabaya, Jawa Timur, yang menerima bantuan sebesar Rp268 juta untuk membangun ruang kelas baru dan menata lingkungan sekolah.
Bantuan tersebut ditinjau langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI), Gogot Suharwoto, dalam kunjungan kerjanya ke Surabaya, Sabtu (7/11/2026). Menurutnya, program ini merupakan pelaksanaan arahan Presiden untuk memperbaiki satuan pendidikan yang rusak di seluruh Indonesia.
“Intinya, Pak Presiden memberikan arahan bahwa semua sekolah yang rusak di Indonesia itu akan kita selesaikan paling lambat 2028,” ujar Gogot.
Jawa Timur Jadi Prioritas
Data Kemendikdasmen menunjukkan pada 2025, revitalisasi di Jawa Timur telah menjangkau 1.651 satuan pendidikan dengan total bantuan Rp1,3 triliun. Penerimanya meliputi 174 PAUD, 680 SD, 321 SMP, 215 SMA, 177 SMK, 67 SLB, 14 SKB/PKBM, dan 3 PAUD USB.
Pada 2026, sebanyak 5.514 satuan pendidikan di Jawa Timur telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan total bantuan mencapai Rp4,1 triliun. Jumlah itu mencakup 2.109 PAUD, 2.287 SD, 352 SMP, 248 SMA, 389 SMK, 121 SLB, 7 SKB/PKBM, dan 1 USB PAUD.
Baca Juga
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen. Menurutnya, bantuan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu sekolah dan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik.
“Teman-teman sekolah menerima dengan sangat senang hati. Anak-anak juga bisa merasa mempunyai rumah kedua,” ungkap Febrina.
Dari Sekat Menjadi Ruang Multifungsi
Kepala TK Maarif Al-Fattah, Luluk Huda Nuraini, menuturkan bahwa sebelum revitalisasi, sekolah mengalami keterbatasan ruang kelas. Untuk mengakomodasi dua rombongan belajar, satu ruangan terpaksa dibagi menggunakan sekat. Kini, ruang kelas baru dapat digunakan untuk kegiatan belajar Senin hingga Jumat, serta menjadi ruang multifungsi pada Sabtu.
“Saya mendapatkan hadiah dari program revitalisasi tahun 2026. Alhamdulillah, saya merasa sangat senang. Semula gedung ini sudah lama, sehingga dengan mendapatkan ruangan ini saya sangat bersyukur,” ujar Luluk.
Pembelajaran Makin Interaktif dengan IFP
Selain revitalisasi, TK Maarif Al-Fattah juga menerima Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP). Perangkat ini menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Guru telah dilatih agar dapat mengoptimalkannya.
Guru TK Maarif Al-Fattah, Lusi Ambarsari, merasakan perubahan signifikan. Sebelumnya, kegiatan belajar lebih banyak dilakukan secara manual dengan modul ajar dan penjelasan langsung. Kini, guru dapat memanfaatkan salindia, video, dan permainan edukatif.
“Kami senang sekali. Dengan pembelajaran ini, anak-anak semakin bersukacita. Bagi mereka, belajar dengan IFP terasa lebih nyata dibandingkan hanya mendengar cerita dari Ibu Guru,” ungkap Lusi.
Antusiasme juga dirasakan murid, Khalisa Rafifah Humaira. “Saya sangat senang bermain dengan TV besar. Ada game-nya, bisa berhitung, bisa membaca,” katanya.
Bagi Kemendikdasmen, revitalisasi bukan sekadar membangun gedung. Program ini menjadi fondasi untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan bermutu bagi anak-anak sejak usia dini.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID