Dirjen GTK Kemendikdasmen Nunuk Suryani Raih Penghargaan IGI Setelah 2,7 Juta Guru Tersertifikasi
Direktur Jenderal GTK Kemendikdasmen Nunuk Suryani menyampaikan sambutan pada Anugrah Pendidikan Indonesia yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Jakarta, pada Jumat (6/11/2026). (Foto: Irfan/Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID — Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menerima Special Award Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 sebagai Tokoh Penggerak Transformasi Guru Indonesia. Penghargaan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) ini diberikan atas kepemimpinannya yang dinilai membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan, kepastian karier, dan kompetensi guru.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Jakarta, Jumat (6/11/2026), dalam rangkaian API 2026 bertema “Nakhoda Transformasi: Memahat Masa Depan Pendidikan, Mengangkat Harkat Guru Indonesia”.
Ketua Umum IGI, Danang Hidayatullah, menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan atas kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kebijakan, tetapi juga hadir langsung mendengar aspirasi guru di berbagai daerah.
Terobosan Sejak 2020
Nunuk menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam transformasi tata kelola guru. Sejak 2020, Ditjen GTK menjalankan dua kebijakan utama: mempercepat Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar guru memperoleh sertifikat pendidik, serta memberikan kepastian masa kerja melalui pengangkatan guru menjadi ASN PPPK.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi. Apa yang kami lakukan adalah tanggung jawab tugas, yaitu membuat terobosan agar guru sejahtera, sehingga setelah itu guru dapat meningkatkan kompetensinya,” ujar Nunuk.
Baca Juga
Hasilnya terlihat signifikan. Dalam kurun 2020–2025, persentase guru tersertifikasi meningkat hingga sekitar 92 persen atau lebih dari 2,7 juta guru. Selain itu, sekitar 1,1 juta guru non-ASN telah diangkat menjadi guru ASN PPPK.
Tidak Menunggu Sempurna
Nunuk menekankan pentingnya keberanian mengambil langkah tanpa menunggu kondisi ideal. Menurutnya, perubahan harus dimulai meski tantangan masih ada.
“Semangat kita adalah tidak perlu menunggu sampai sempurna untuk bisa berhasil. Karena kalau kita menunggu sampai sempurna, waktunya tidak akan selesai,” ungkap Nunuk.
Nunuk juga mengapresiasi IGI yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru. Melalui semangat sharing and growing together, IGI dinilai telah mendorong guru terus belajar, mengembangkan kapasitas, dan berbagi praktik baik secara mandiri.
“Kemendikdasmen tidak bisa menyelesaikan semua sendiri. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kerja sama IGI,” kata Nunuk.
Tantangan Masih Ada
Meski capaian sudah menggembirakan, Nunuk menyadari pekerjaan belum selesai. Kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah dan pemenuhan kebutuhan guru masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serta kolaborasi berkelanjutan.
Ia berharap kemitraan antara pemerintah dan organisasi profesi guru terus berkembang, termasuk melalui ruang dialog terbuka yang saling memberi masukan demi perbaikan kebijakan.
“Penghargaan ini saya terima sebagai penyemangat untuk terus bekerja, memperkuat kolaborasi, dan memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat memberikan manfaat,” ujar Nunuk.
Bagi Kemendikdasmen, penghargaan ini menjadi dorongan untuk melanjutkan pembenahan tata kelola guru. Peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru diharapkan semakin dirasakan oleh pendidik di berbagai daerah, seiring dengan kerja sama yang terus dibangun bersama organisasi profesi dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID