![]() |
| Jersey Devil: Antara Legenda Rakyat, Sejarah Kolonial, dan Analisis Akademik (Sumber: www.shutterstock.com). |
GEBRAK.ID -- Jersey Devil adalah salah satu legenda makhluk misterius paling terkenal di Amerika Serikat. Konon, makhluk ini menghuni wilayah Pine Barrens, New Jersey, dan digambarkan sebagai sosok aneh: bertubuh seperti kanguru atau kambing, bersayap seperti kelelawar, berkepala kuda, bercakar tajam, dan mengeluarkan suara jeritan mengerikan.
Selama lebih dari tiga abad, kisah Jersey Devil bertahan sebagai cerita horor lokal, namun juga menjadi objek kajian serius dalam studi sejarah, folklor, dan bahkan psikologi sosial.
Dalam The Secret History of the Jersey Devil, Regal dan Esposito menegaskan bahwa Jersey Devil bukan sekadar cerita seram, melainkan produk konflik politik dan ideologis di Amerika kolonial.
Keluarga Leeds terlibat dalam perdebatan keras dengan komunitas Quaker, kelompok religius dominan di New Jersey saat itu. Daniel Leeds dan putranya, Titan Leeds, menerbitkan almanak yang memuat astrologi dan pandangan teologis yang dianggap sesat oleh kaum Quaker. Akibatnya, keluarga ini menjadi sasaran stigma dan propaganda.
Bahkan Benjamin Franklin, tokoh penting dalam sejarah Amerika, turut menyindir Titan Leeds dalam persaingan almanak, secara tidak langsung memperkuat citra negatif keluarga Leeds. Dalam konteks inilah, simbol “iblis” atau makhluk terkutuk menjadi metafora politik dan religius yang kemudian berevolusi menjadi figur Jersey Devil.
Salah satu momen paling terkenal dalam sejarah Jersey Devil terjadi pada Januari 1909, ketika surat kabar di New Jersey dan Pennsylvania melaporkan ratusan klaim penampakan makhluk aneh. Sekolah ditutup, pabrik berhenti beroperasi, dan warga membentuk kelompok bersenjata untuk berburu makhluk tersebut.
Para sejarawan dan sosiolog menilai peristiwa ini sebagai contoh klasik histeria massal, di mana pemberitaan media memperkuat ketakutan publik. Bentuk jejak kaki, suara malam, dan hewan ternak yang mati ditafsirkan melalui lensa legenda yang sudah ada sebelumnya.
Artikel jurnal modern seperti The Jersey Devil: Examining a Phenomenon Obscured by Myth menempatkan Jersey Devil dalam kategori fenomena kriptoid—makhluk yang keberadaannya diklaim tetapi tidak terbukti secara ilmiah.
Pendekatan akademik kontemporer cenderung menjelaskan fenomena ini melalui:
Psikologi persepsi – Kesalahan identifikasi hewan (burung bangau, burung hantu besar, atau rusa) dalam kondisi cahaya buruk.
Sosiologi dan budaya populer – Penguatan narasi melalui media, film, dan literatur horor.
Folklor dan mitologi modern – Jersey Devil sebagai contoh bagaimana masyarakat modern masih menciptakan “monster” untuk memberi makna pada ketakutan kolektif.
Sebagian penulis non-mainstream memang mengusulkan teori paranormal atau interdimensional, namun pendekatan ini umumnya tidak diterima dalam arus utama akademik.
Dengan demikian, Jersey Devil bukan hanya “monster dari Pine Barrens”, melainkan artefak budaya yang hidup—sebuah legenda yang terus berubah mengikuti zaman, namun tetap berakar pada ketakutan dan cerita manusia itu sendiri.
Sumber:
Regal, Brian & Esposito, Frank J. The Secret History of the Jersey Devil.Halpert, Herbert. Folk Tales, Tall Tales, Trickster Tales and Legends of the Supernatural From the Pinelands of New Jersey.
(damar)

Posting Komentar untuk "Jersey Devil: Antara Legenda Rakyat, Sejarah Kolonial, dan Analisis Akademik"