KUDUS -- Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman, dan layak melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan secara nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah merealisasikan pembangunan pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran sebesar Rp 16,9 triliun. Hingga Desember 2025, tingkat penyelesaian program tersebut telah mencapai 95 persen.
“Tahun ini kami sampaikan bahwa dengan alokasi anggaran Rp 16,9 triliun kami dapat merealisasikan pembangunan untuk 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dan alhamdulillah sudah 95 persen selesai pada bulan Desember yang lalu,” kata Menteri Mu'ti, Jumat (2/1/2026).
Dalam pelaksanaannya di daerah, program revitalisasi tersebut juga menjangkau Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di wilayah ini, terdapat 141 satuan pendidikan yang menerima dana revitalisasi dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 94 miliar.
“Di Kabupaten Kudus ada 141 satuan pendidikan yang mendapatkan dana revitalisasi yang keseluruhannya mencapai lebih dari 94 miliar rupiah. 141 tersebut terdiri dari 9 PAUD, 71 SD, 50 SMP, 6 SMA, 4 SMK, dan 1 SLB. Jumlah tersebut juga merupakan bagian dari revitalisasi skala nasional dengan alokasi anggaran 16,9 triliun. Puji syukur kita bisa menyelesaikan ribuan satuan pendidikan yang sebagiannya ada di Kudus ini,” jelas Menteri Mu'ti.
Dari pelaksanaan program revitalisasi tersebut, salah satu sekolah penerima manfaat adalah SD Muhammadiyah 1 Kudus, Jawa Tengah. Mendikdasmen hadir meresmikan gedung hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan di sekolah tersebut yang dilaksanakan dengan dukungan anggaran sebesar Rp 553.693.593.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga merupakan bagian dari usaha bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Inilah yang menurut saya menjadi penting ketika program revitalisasi ini juga menjadi bagian dari usaha kita bersama agar mutu pendidikan khususnya di SD Muhammadiyah 1 ini dapat lebih baik lagi,” jelas Menteri Mu'ti.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Kudus, Indira Noor, menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi bangunan sekolah sangat memprihatinkan karena usia bangunan yang telah mencapai lebih dari 100 tahun. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius, mulai dari atap yang mulai lepas, teras yang retak, tembok yang mengelupas akibat material bangunan lama, hingga lantai yang pecah, dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Melalui program revitalisasi ini, Indira mengatakan bahwa sekolahnya menerima bantuan untuk enam ruang kelas yang meliputi penggantian atap, lantai, dan genting. Dengan perbaikan tersebut, kondisi bangunan kini menjadi lebih aman dan nyaman untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kemendikdasmen yang telah membantu mewujudkan harapan kami selama ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi siswa-siswa kami untuk belajar,” ujar Indira.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Guru Matematika SD Muhammadiyah 1 Kudus, Noor Arif. Ia mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi ruang kelas kerap mengganggu proses pembelajaran. Dinding-dinding yang mengelupas menimbulkan residu yang membuat mata anak-anak kelilipan, serta sering terjadi kebocoran saat hujan sehingga siswa merasa kurang nyaman mengikuti pelajaran.
Setelah revitalisasi dilakukan, Noor menilai kondisi ruang kelas mengalami perubahan signifikan dan tidak lagi ditemukan kebocoran.
“Alhamdulillah di titik-titik yang biasanya terjadi kebocoran itu sudah tidak ada kebocoran dan dinding-dindingnya sudah aman. Jadi dinding yang mengelupas tidak lagi menimbulkan kelilipan di mata anak-anak,” ujar Noor.
Lebih lanjut, Noor menyampaikan bahwa kondisi kelas yang lebih baik memberikan rasa aman bagi guru dan siswa, terutama saat cuaca hujan atau angin kencang, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung dengan lebih tenang dan fokus.
“Kami berterima kasih sekali pada seluruh jajaran yang sudah membantu untuk revitalisasi ini. Semoga kegiatan pembelajaran anak-anak bisa lebih maksimal, memberikan kenyamanan, belajar tanpa khawatir ketika ada hujan atau angin yang kencang sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Noor menandaskan.
(bkhm setjen kemendikdasmen/***)

Posting Komentar untuk "Pemerintah Revitalisasi 16.171 Satuan Pendidikan, Termasuk 141 Satuan Pendidikan di Kudus"