Forum yang diinisiasi oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Setjen Kemendikdasmen ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat — mulai dari komunitas pendidikan, organisasi kemasyarakatan, guru, siswa, hingga orang tua.
Kegiatan ini mengusung tema besar “Bersama Komunitas dan Lembaga Masyarakat Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” sekaligus menegaskan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta.
Sinkronkan Kebijakan dengan Kebutuhan Nyata di Lapangan
Pemerintah memanfaatkan forum ini untuk menyosialisasikan berbagai program prioritas pendidikan nasional yang sejalan dengan arah pembangunan dalam Asta Cita. Fokusnya mencakup penguatan karakter dan kesehatan sekolah, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, perluasan wajib belajar 13 tahun, hingga penguatan literasi, numerasi, sains, dan teknologi.
Selain itu, perbaikan sarana pendidikan serta pengembangan kebahasaan dan kesastraan juga menjadi bagian penting dari agenda transformasi pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.
“Transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Kolaborasi dengan komunitas, organisasi masyarakat, guru, orang tua, dan pelajar adalah kunci,” ujar Suharti.
Menurut Suharti, forum ini juga menjadi sarana untuk memastikan kebijakan tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh peserta didik di seluruh Indonesia.
Ruang Aspirasi bagi Masyarakat dan Komunitas
Selain sosialisasi program, forum ini dirancang sebagai wadah menyerap aspirasi publik. Pemerintah membuka ruang dialog seluas-luasnya agar kebijakan yang dirumuskan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kepala BKHM, Anang Ristanto, menilai penyebaran informasi kebijakan tidak cukup hanya melalui kanal resmi pemerintah. Keterlibatan komunitas dan organisasi masyarakat dinilai mampu memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan efektivitas implementasi program.
“Informasi akan memiliki daya ungkit yang lebih kuat jika melibatkan partisipasi aktif komunitas dan lembaga masyarakat sebagai mitra strategis,” kata Anang.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, pemerintah berharap terbentuk ekosistem pendidikan berbasis gotong royong, transparansi, dan akuntabilitas.
Hadirkan Ratusan Peserta dari Berbagai Organisasi
Forum tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, guru, ibu rumah tangga, serta perwakilan organisasi pendidikan dan keagamaan seperti Komunitas Kami Pengajar, Sidina Community, Forum Guru Muhammadiyah, PP Persatuan Guru NU, hingga organisasi pelajar dari berbagai unsur.
Kehadiran lintas elemen ini dinilai mencerminkan semangat kolaborasi nasional dalam mendorong perubahan pendidikan.
Dalam forum tersebut, sejumlah program strategis turut dibahas, antara lain Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), peningkatan kesejahteraan guru, Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Pendidikan Bermutu sebagai Tanggung Jawab Bersama
Kemendikdasmen meyakini bahwa komunikasi publik yang inklusif bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan fondasi untuk membangun dukungan sosial terhadap kebijakan pendidikan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, visi besar “Pendidikan Bermutu untuk Semua” diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan di seluruh Indonesia — dari kota besar hingga daerah terpencil.
Forum ini sekaligus menegaskan satu pesan penting: pendidikan bukan hanya urusan sekolah atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh bangsa.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Forum Komunikasi Publik: Pendidikan Bermutu tak Bisa Jalan Sendiri, Kemendikdasmen Gandeng Berbagai Komunitas"