Target tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang memberi perhatian khusus pada prestasi pendidikan tinggi nasional di kancah global.
“Tahun ini kita berencana memberikan bantuan pada UI sekitar Rp100 miliar,” ujar Purbaya, dikutip dari kanal YouTube resmi UI, Jumat (20/2/2026).
Dukungan Vital untuk Program Strategis Kampus
Rektor UI Heri Hermansyah menyambut positif komitmen pemerintah tersebut. Menurutnya, tambahan pendanaan menjadi faktor krusial untuk menuntaskan berbagai program strategis kampus—mulai dari penguatan riset, kolaborasi internasional, hingga peningkatan kualitas akademik dan fasilitas.
UI memang tengah berpacu meningkatkan reputasi globalnya. Investasi besar dinilai penting agar universitas tertua dan terbesar di Indonesia ini mampu bersaing dengan kampus elite dunia.
Target Top 100 Dunia Bukan Sekadar Prestise
Dorongan agar UI naik kelas juga datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa UI telah berada di jalur yang tepat setelah masuk 200 besar dunia versi QS World University Rankings 2026.
Pernyataan itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-76 UI di Balai Sidang Kampus UI, Depok.
“Presiden memberikan perhatian khusus atas pencapaian ini dan menugaskan kami memastikan UI melangkah lebih jauh menuju 100 besar dunia,” kata Brian.
Brian menekankan, target tersebut bukan semata untuk UI, melainkan untuk memicu kemajuan seluruh perguruan tinggi Indonesia.
Efek Domino bagi Pendidikan Tinggi Nasional
Masuknya UI ke Top 100 dunia dipandang akan membawa dampak luas: meningkatkan daya tarik mahasiswa asing, memperbesar kolaborasi riset internasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan global.
Jika berhasil, langkah ini bisa menjadi momentum kebangkitan kampus-kampus Indonesia agar tak lagi sekadar “jago kandang”, tetapi juga disegani di panggung dunia.
(Sumber: Kanal resmi Universitas Indonesia/UI)

Posting Komentar untuk "Kejar Top 100 Dunia, UI Kantongi Suntikan Dana Rp100 Miliar dari Pemerintah"