Konsolnas 2026 Kemendikdasmen: Perkuat Sinergi Daerah, Fokus Wajib Belajar 13 Tahun hingga Digitalisasi Pembelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026  pada 9–11 Februari 2026 di Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
DEPOK — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 sebagai langkah memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

Konsolnas Kemendikdasmen 2026 ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari Wajib Belajar 13 Tahun, digitalisasi pembelajaran, hingga penguatan pendidikan karakter.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Februari 2026 di Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Apa Itu Konsolnas Kemendikdasmen 2026?

Konsolnas merupakan forum nasional yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala dinas, kepala sekolah, hingga guru, untuk membangun sinergi pelaksanaan kebijakan pendidikan tahun 2026.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pendidikan berperan besar dalam membangun SDM unggul yang menjadi prioritas Presiden RI.

“Sekolah harus menjadi media pembelajaran untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga unggul, sehat fisik, mental, dan sosial, serta mampu menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim,” ujar Pratikno.

Fokus Program: Wajib Belajar 13 Tahun hingga Digitalisasi

Dalam pemaparannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan sejumlah program prioritas yang menjadi fokus pembahasan Konsolnas, di antaranya:

* Wajib Belajar 13 Tahun
* Revitalisasi satuan pendidikan
* Digitalisasi pembelajaran
* Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru
* Evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)
* Penguatan pendidikan karakter
* Penguatan bahasa dan sastra Indonesia

“Sepanjang 2025, berbagai program sudah menunjukkan hasil dan mulai dirasakan masyarakat, terutama pada peningkatan sarana prasarana pendidikan,” kata Menteri Mu’ti.

9 Isu Strategis Pendidikan Dibahas

Konsolnas 2026 juga membahas sembilan isu utama pendidikan nasional:

1. Pemerataan kesempatan pendidikan
2. Revitalisasi satuan pendidikan
3. Digitalisasi pembelajaran
4. Evaluasi TKA
5. Pemutakhiran Dapodik
6. Pendidikan karakter dan manajemen talenta
7. Tata kelola guru dan tenaga kependidikan
8. Kedaulatan bahasa Indonesia dan revitalisasi bahasa daerah
9. Pembelajaran mendalam, koding, kecerdasan artifisial, dan bimbingan konseling

Isu-isu ini dibahas melalui sidang komisi serta berbagi praktik baik dari berbagai daerah.

Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Kemendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan program pendidikan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah daerah.

“Kami terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak agar program prioritas pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata,” ujar Menteri Mu'ti.

Selain sidang komisi, kegiatan ini juga diisi dengan pameran pendidikan dan pemaparan kebijakan strategis tingkat nasional.

Momentum Percepatan Mutu Pendidikan 2026

Melalui Konsolnas Dikdasmen 2026, Kemendikdasmen menargetkan keselarasan kebijakan pusat dan daerah sehingga implementasi program pendidikan menjadi lebih kontekstual, partisipatif, dan tepat sasaran.

Dengan penguatan koordinasi ini, pemerintah berharap mutu pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia dapat meningkat secara merata sepanjang 2026.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Konsolnas 2026 Kemendikdasmen: Perkuat Sinergi Daerah, Fokus Wajib Belajar 13 Tahun hingga Digitalisasi Pembelajaran"