![]() |
| Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti (tengah) dibuat tersenyum lebar saat menyaksikan ratusan anak bergerak lincah di Taman Kota Singaraja, Bali, Jumat (13/2/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen) |
SINGARAJA -- Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti dibuat tersenyum lebar saat menyaksikan ratusan anak bergerak lincah di Taman Kota Singaraja, Bali, Jumat (13/2/2026). Bukan sekadar senam pagi biasa, gerakan yang ditampilkan murid-murid Kabupaten Buleleng ini ternyata terinspirasi dari program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
Bagi sang menteri, kreativitas ini bukan hal sepele. Ia bahkan menyebut senam kreasi tersebut berpotensi dipopulerkan secara nasional bila dikemas dalam bentuk video yang menarik.
“Saya baru menemukan senam kreasi 7 KAIH di sini. Kalau ada videonya, ini bisa kita dorong menjadi senam anak Indonesia tingkat nasional,” ujar Mu’ti penuh antusias.
Kreativitas Daerah yang Bikin Menteri Terkesan
Menurut Mu’ti, senam tersebut terasa pas untuk anak-anak: lagunya ringan, gerakannya mudah diikuti, dan sarat pesan pembiasaan positif. Ia mengapresiasi para guru dan pemerintah daerah yang mampu menerjemahkan konsep 7 KAIH menjadi gerakan yang menyenangkan dan mudah diingat anak-anak.
Nu'ti menilai, di setiap kunjungan ke daerah, selalu ada kreativitas baru dari insan pendidikan. Baginya, inilah modal intelektual dan sosial untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang merata di seluruh Indonesia.
Pesan Kuat untuk Anak Desa: Berani Bermimpi Tinggi
Dalam suasana penuh keceriaan itu, Mu’ti tak lupa menyelipkan pesan motivasi. Ia meminta para siswa di Buleleng tak merasa kecil hanya karena jauh dari ibu kota atau berasal dari desa.
“Bercita-citalah setinggi-tingginya. Jangan merasa terbatas karena asal daerah,” tegas Mu'ti.
Mu'ti menekankan bahwa kunci utama mengembangkan bakat adalah percaya diri. Setiap anak, kata dia, memiliki potensi—baik akademik, seni, olahraga, maupun kemampuan lain—yang bisa tumbuh bila diasah dengan keyakinan diri.
Lahir dari Kolaborasi Guru dan Murid
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menjelaskan bahwa senam kreasi ini lahir dari kolaborasi guru dan murid setelah mendapat kabar kunjungan menteri.
Gerakan senam dirancang mengikuti alur 7 KAIH: mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur lebih awal. Tujuannya sederhana: agar anak-anak lebih mudah memahami dan mempraktikkan kebiasaan baik itu dalam keseharian.
Ida Bagus memastikan, seluruh satuan pendidikan di Buleleng kini telah mengimplementasikan 7 KAIH dalam rutinitas pagi, disertai kegiatan literasi dan pembiasaan belajar.
Kunjungan ini bukan hanya meninggalkan kesan bagi Mendikdasmen, tetapi juga menjadi bukti bahwa dari daerah, lahir inovasi pendidikan yang bisa menginspirasi nasional.
(Rilis BKHM Setjen Kemendikdasmen & Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng)

Posting Komentar untuk "Menteri Mu’ti Kepincut Senam Unik Anak Buleleng, 7 KAIH Dikemas Jadi Gerakan Ceria"