Kehadiran RKD tersebut menjadi solusi cepat atas kerusakan ruang belajar akibat banjir yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025 lalu. Dengan fasilitas sementara ini, proses belajar mengajar kini dapat kembali berjalan lebih tertib dan nyaman.
“Semangat belajar harus tetap terjaga. Hadirnya delapan RKD ini merupakan wujud nyata percepatan pemulihan layanan pendidikan pascamusibah di Kabupaten Bireuen,” ujar Mendikdasmen Mu’ti saat peresmian.
Wajah Baru Pembelajaran Pascabencana
Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Faisal, mengungkapkan bahwa sebelum RKD dibangun, kegiatan belajar berlangsung dalam keterbatasan. Sejumlah ruang kelas terdampak banjir sehingga proses pembelajaran harus menyesuaikan kondisi darurat.
Menurut Faisal, situasi tersebut membuat pembelajaran kurang ideal dan berpotensi mengganggu konsentrasi siswa.
“Kami sangat bersyukur atas hadirnya delapan RKD. Murid kini bisa belajar lebih fokus dan tertib. Ruang belajar yang layak sangat penting untuk membangkitkan semangat mereka,” kata Faisal.
Faisal berharap fasilitas tersebut menjadi langkah awal perbaikan sarana pendidikan secara menyeluruh di sekolahnya.
Siswa Sambut Antusias
Respons positif juga datang dari para siswa. Farah Salsabila, salah satu siswi SMK Negeri 1 Peusangan, mengaku lebih bersemangat mengikuti pelajaran sejak adanya RKD.
“Hadirnya RKD ini menjadi semangat baru bagi kami. Semoga nanti laboratorium, komputer, dan fasilitas lain juga bisa segera dipulihkan,” ujar Farah.
Hal senada disampaikan Mauli Dina. Ia menyebut kehadiran langsung Menteri ke sekolah mereka menjadi motivasi tersendiri.
“Terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah melihat kondisi sekolah kami. Semoga revitalisasi berjalan cepat dan lancar,” cetus Mauli.
15 RKD Tersebar di Lima Sekolah
Program pembangunan Ruang Kelas Darurat di Bireuen tidak hanya dilakukan di SMK Negeri 1 Peusangan. Secara keseluruhan, terdapat 15 RKD yang tersebar di lima sekolah.
Berikut rinciannya:
| Sekolah | Jumlah RKD |
| ------------------------------------ | ---------- |
| SMK Negeri 1 Peusangan | 8 RKD |
| SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng | 2 RKD |
| SMA Negeri 1 Peusangan | 2 RKD |
| SMA Negeri 2 Kutablang | 1 RKD |
| SMAS Terpadu Al-Furqan | 2 RKD |
| *Total* | *15 RKD* |
Langkah ini merupakan bagian dari program pemulihan layanan pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pascabencana.
Komitmen Percepatan Pemulihan Pendidikan
Mendikdasmen Mu’ti menegaskan, meskipun bersifat darurat, RKD dirancang untuk tetap mendukung proses pembelajaran secara maksimal. Pemerintah berkomitmen memastikan siswa tidak kehilangan hak atas pendidikan yang layak meski dalam situasi pascabencana.
Dengan kehadiran RKD, diharapkan suasana belajar kembali kondusif dan motivasi siswa untuk meraih cita-cita tetap terjaga.
Pemulihan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memastikan proses belajar mengajar tidak terhenti akibat bencana alam.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "8 Ruang Kelas Darurat Diresmikan di Bireuen, Mendikdasmen Mu’ti: “Semangat Belajar Harus Tetap Terjaga”"