Drama ini bermula dari error pada sistem pengumuman yang sempat menampilkan status "Lulus" berwarna hijau, lalu berubah menjadi "Belum Lulus" dengan latar merah setelah situs mengalami gangguan. Para peserta pun ramai-ramai meluapkan kekecewaan di media sosial (medsos), menyebut mereka telah menjadi korban "prank" oleh sistem milik kampus bergengsi tersebut.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, langsung bereaksi keras. Ia mendesak UI untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan evaluasi serius atas insiden ini.
"Sebagai perguruan tinggi unggulan, UI seharusnya menjunjung tinggi profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas. Kejadian ini harus menjadi evaluasi serius agar tidak terulang di masa mendatang," kata Hadrian dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Rabu (18/3/2026).
Kronologi Kekacauan: 40 Menit yang Membuat Kecewa
Peristiwa ini mulai tercium ketika para peserta mengakses laman enrollment.ui.ac.id pada Selasa (17/3/2026) malam. Banyak dari mereka yang mengabarkan keberhasilan lolos seleksi ke keluarga dan teman-teman. Namun, kebahagiaan itu sirna saat website mengalami error dan kembali normal dengan status yang berubah total.
Berikut kronologi singkat kejadian berdasarkan pantauan di lapangan dan media sosial:
* Sekitar pukul 21.30 WIB. Peserta mulai mengakses situs dan melihat status "Lulus" (tampilan hijau). Ucapan selamat bertebaran di grup dan media sosial.
* 30-40 menit setelahnya. Situs mengalami error dan tidak bisa diakses (down).
* Pasca pemulihan. Status peserta berubah menjadi "Belum Lulus" dengan tampilan merah. Peserta dinyatakan tidak lolos.
Pihak UI akhirnya angkat bicara. Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Dr. Erwin Agustian Panigoro, MM, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa yang terjadi adalah ketidaksesuaian tampilan karena sistem sempat menampilkan data yang belum final selama sekitar 40 menit.
"Momen ini dapat menimbulkan kebingungan dan kekecewaan, terutama bagi pendaftar yang sempat menerima informasi yang belum sesuai," ujar Erwin dalam rilis resmi.
UI menegaskan bahwa saat ini sistem telah kembali normal dan hasil yang tertera di laman adalah hasil final serta resmi.
"Hancur Hatiku": Curhat Netizen yang Jadi Korban
Tagar terkait Talent Scouting UI langsung trending di platform X (dulunya Twitter) dan TikTok. Para warganet, terutama para peserta yang merasa dirugikan, menyuarakan kekesalan mereka. Suasana hati yang semula berbunga-bunga berubah menjadi nestapa dalam sekejap.
Berikut beberapa komentar warganet yang berhasil dihimpun. Akun X @****meup_at menulis dengan pilu: "Jam 6 saat diperiksa masih hijau dan sangat senang sampe banyak ucapan selamat dari teman. Jam 9:30 Website yang sebelum nya down kembali dan menampilkan layar merah mengecewakan, mau berkata kecewa sudah tidak sanggup lagi, mau nangis juga air mata tidak keluar."
Kemudian akun @**omerpa**** menyoroti profesionalitas kampus: "UI kacau banget asli, tadi banyak yang udah diterima jalur talent scouting terus tiba-tiba eror dan malah ditolak, demi apapun, ini sangat tidak professional dan mencerminkan universitas top 200, kok bisa sistem errornya seperti ini, mohon press release @univ_indonesia."
Akun @kei****es** di TikTok bahkan mengunggah video yang memperlihatkan perubahan layar dari hijau bertuliskan "Selamat! Anda lulus seleksi" menjadi layar merah dengan kalimat "Mohon maaf, Anda belum lulus seleksi". Sebuah pemandangan yang sangat kontras dan menyayat hati.
Bukan hanya calon mahasiswa, para orang tua pun ikut angkat bicara. Budianto Surbakti, salah satu orang tua calon mahasiswa, mengungkapkan kekecewaannya. Putrinya sempat dinyatakan lulus di Fakultas Ekonomi UI, namun status itu berubah hanya dalam hitungan jam. "Ini menunjukkan ketidakprofesionalan. Kami merasa dirugikan, baik dari sisi psikologis maupun hak sebagai konsumen pendidikan," tegasnya.
DPR Desak Investigasi, UI Buka Peluang Jalur Lain
Lalu Hadrian Irfani dari Komisi X DPR RI meminta agar kejadian ini tidak dianggap sebagai kesalahan teknis biasa. Ia mendesak Rektor UI untuk melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan klarifikasi publik. "Jangan sampai kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi ternama, seperti UI, rusak hanya karena persoalan ini. Hak calon mahasiswa harus dilindungi," cetusnya.
Sembari menunggu investigasi, UI membuka layanan pengaduan bagi para pendaftar yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut melalui alamat email sipp@ui.ac.id. Pihak kampus juga mengingatkan bahwa bagi peserta yang belum lolos, masih ada banyak pintu masuk lain untuk bisa berkuliah di UI.
Berikut adalah jalur pendaftaran lain yang masih terbuka di UI untuk tahun 2026:
1. SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes): 25 Maret - 7 April 2026
2. PPKB (Jalur Mandiri): 15 Mei - 19 Juni 2026
3. Seleksi Jalur Prestasi: 4 - 30 Mei 2026
4. SIMAK Sarjana dan Vokasi: 8 Mei - 5 Juni 2026
5. SIMAK KKI Gelombang I: 2 Maret - 2 April 2026 (masih berlangsung)
6. SIMAK KKI Gelombang II: 4 - 30 Mei 2026
7. Global Talent KKI: 3 - 16 Juli 2026.
Pelajaran Penting di Balik Kisruh Talent Scouting UI
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi dunia administrasi digital kampus di Indonesia. Error sistem yang hanya berlangsung 40 menit ini berhasil melukai psikologis ribuan calon mahasiswa dan mengguncang kredibilitas salah satu universitas terbaik di Indonesia.
Ke depan, UI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan.
Bagi para pejuang kursi di kampus kuning, jangan menyerah. Kesempatan masih terbuka lebar melalui jalur-jalur lain. Tetaplah semangat karena perjalanan menuju pendidikan terbaik memang tak selalu mulus, tapi setiap usaha pasti akan menemukan jalannya.
(Sumber: Kompas/Detik/Antara)

Posting Komentar untuk "Heboh! Peserta Talent Scouting UI Berubah Status dari Lulus Jadi Gagal, DPR Minta Evaluasi Total"