Dalam agenda tersebut, Wamen Fajar berkeliling melihat sejumlah fasilitas yang telah diperbaiki, mulai dari ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan, hingga ruang administrasi sekolah. Revitalisasi ini didukung anggaran pemerintah pusat sekitar Rp1,4 miliar yang difokuskan pada pembenahan infrastruktur belajar.
“Kami ingin memastikan program revitalisasi ini memberi dampak nyata, baik bagi siswa maupun guru. Perbaikan laboratorium, perpustakaan, dan ruang belajar merupakan fondasi penting untuk menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas,” ujar Wamen Fajar di sela kunjungan.
Dorong Pembelajaran Digital Lewat Papan Interaktif
Selain infrastruktur fisik, Wamendikdasmen juga meninjau pemanfaatan perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) yang telah tersedia di ruang perpustakaan sekolah. Perangkat tersebut diharapkan mendorong metode belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurut Wamen Fajar, penguatan pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun ini. Pemerintah bahkan berencana menambah dua unit PID untuk setiap satuan pendidikan.
“Pemanfaatan teknologi pembelajaran ini diharapkan membantu guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami pelajaran secara lebih optimal,” kata Wamen Fajar.
Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam kesempatan itu, Wamen Fajar juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan. Ia menilai peningkatan mutu pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lintas sektor.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Kolaborasi seperti ini penting agar program peningkatan mutu pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ungkap Wamen Fajar.
Dampak Nyata Bagi Lingkungan Belajar
Kepala SMAN 2 Sukabumi, Nike Mustikasari, menyampaikan bahwa program revitalisasi membawa perubahan signifikan bagi kondisi sekolah. Sebelum pembenahan dilakukan, sejumlah fasilitas dalam kondisi rusak berat dan kurang mendukung proses belajar mengajar.
“Sebelum revitalisasi, beberapa ruang mengalami kerusakan berat, bahkan ada ruang kelas yang hampir roboh. Kini fasilitas sekolah jauh lebih baik, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun guru,” ujar Nike.
Nike berharap program revitalisasi satuan pendidikan terus diperluas agar semakin banyak sekolah di berbagai daerah mendapatkan dukungan serupa.
“Program ini sangat membantu sekolah kami. Harapannya, lebih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan fasilitas bisa merasakan manfaatnya, sehingga kualitas lingkungan belajar siswa terus meningkat,” pungkas Nike.
Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemerataan mutu pendidikan, sekaligus memastikan setiap peserta didik memperoleh akses terhadap fasilitas belajar yang layak dan modern.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Tinjau Revitalisasi SMAN 2 Sukabumi, Wamendikdasmen Pastikan Sarana Belajar Semakin Modern dan Berkualitas"