GEBRAK.ID – Banyak orang tua siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP masih bertanya-tanya: apakah Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi syarat wajib masuk SMP dan SMA negeri? Jawabannya: TIDAK. Namun, ada kabar penting yang harus diketahui!
๐ฏ TKA Bukan Syarat Wajib, tapi...
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, menegaskan bahwa TKA bersifat tidak wajib bagi seluruh siswa. Artinya, tidak semua murid harus mengikuti TKA. Namun, ada konsekuensi penting bagi mereka yang tidak mengikuti.
“Wajar kalau ada siswa yang tidak mendaftar, terutama yang tidak membutuhkan jalur prestasi ke sekolah negeri,” ujar Sekretaris BSKAP Muhammad Yusro. Lalu, bagi siapa TKA menjadi penting?
๐ TKA Wajib untuk Jalur Prestasi PPDB
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025, TKA digunakan sebagai validator nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk masuk PTN. Tapi untuk PPDB SMP dan SMA negeri, aturan serupa juga berlaku di tingkat daerah.
Di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur, nilai TKA menjadi salah satu komponen penilaian dalam Jalur Prestasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Skema lengkapnya:
| Jalur PPDB | Apakah TKA Diperlukan? | Bobot |
|---|---|---|
| Jalur Domisili/Zonasi | ❌ Tidak | - |
| Jalur Afirmasi (DTKS) | ❌ Tidak | - |
| Jalur Prestasi | ✅ Ya, wajib | 20-30% dari total nilai (tergantung kebijakan daerah) |
๐ Bobot Nilai TKA vs Rapor
Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA bukan menggantikan nilai rapor, melainkan melengkapinya. Dalam SNBP, bobot nilai rapor minimal 50 persen, sementara komponen lain (termasuk TKA) maksimal 50 persen.
Untuk PPDB SMP/SMA negeri, bobot TKA biasanya lebih kecil, sekitar 20-30 persen, tergantung kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Artinya, nilai rapor tetap menjadi penentu utama, namun TKA bisa menjadi pembeda bagi siswa dengan nilai rapor yang berimbang.
๐ Perbedaan TKA dengan Asesmen Nasional (AN)
Sekretaris BSKAP Muhammad Yusro menjelaskan bahwa TKA dan Asesmen Nasional memiliki fungsi yang berbeda:
| Aspek | TKA | Asesmen Nasional (AN) |
|---|---|---|
| Fungsi | Mengukur capaian akademik individu siswa | Mengevaluasi sistem pendidikan (kualitas sekolah) |
| Sifat | Opsional, bisa dipilih siswa | Wajib bagi sekolah sampel |
| Hasil | Sertifikat individu (SHTKA) | Rapor Pendidikan untuk sekolah |
| Penggunaan | PPDB jalur prestasi, beasiswa, seleksi masuk PTN | Perbaikan mutu sekolah |
- SMP/MTs: 6–16 April 2026
- SD/MI: 20–30 April 2026
๐ก Tips untuk Orang Tua dan Siswa
1. Tentukan tujuan – Jika anak ingin masuk sekolah favorit lewat jalur prestasi, wajib ikut TKA.
2. Persiapkan sejak awal – TKA mengukur kemampuan logis dan analitis, bukan hafalan.
3. Jaga kejujuran – Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti mengingatkan: "Jika ada murid yang curang atau sekolah yang curang, maka langsung kami nolkan nilainya" .
4. Tenang dan gembira – Hindari tekanan berlebihan. “Peserta dengan gembira justru bisa mengerjakan dengan baik,” pesan Mu'ti .
๐งญ Kesimpulan
TKA bukan syarat wajib untuk semua calon siswa, tetapi menjadi kebutuhan mutlak bagi mereka yang ingin memanfaatkan jalur prestasi masuk SMP/SMA negeri. Nilai rapor tetap menjadi komponen utama, namun TKA bisa menjadi pembeda yang menentukan di saat persaingan ketat.
Bagi orang tua dan siswa yang menargetkan sekolah favorit, segera cek kebijakan PPDB di daerah masing-masing. Jangan sampai melewatkan kesempatan hanya karena tidak mengikuti TKA!
(Sumber: Pusmendik Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "TKA SD-SMP 2026 Jadi Penentu Masuk SMP-SMA Negeri? Ini Fakta dan Skema Resminya!"