12.663 Siswa SD Ikuti TKA 2026 di Bantul, Hari Kedua Lancar Meski Sempat Terkendala Listrik dan Internet

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memasuki hari kedua dengan hasil menggembirakan. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto


GEBRAK.ID; BANTUL, DIY – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memasuki hari kedua dengan hasil menggembirakan. Ujian berstandar nasional itu berjalan lancar berkat koordinasi cepat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi kendala teknis di lapangan.

Berdasarkan data resmi, TKA di Bantul diikuti 399 satuan pendidikan yang terdiri dari 366 Sekolah Dasar dan 33 Madrasah Ibtidaiyah. Total peserta mencapai 12.663 siswa, dengan tingkat partisipasi yang dinilai sangat tinggi dibandingkan jumlah sasaran siswa SD/MI/sederajat di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul.

Kendala Teknis Cepat Diatasi

Kepala BPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, mengatakan secara umum pelaksanaan TKA di Bantul berlangsung tertib dan terkendali.

“Secara umum pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul berjalan dengan baik. Kendala yang muncul umumnya terkait listrik dan jaringan internet, namun telah diantisipasi dengan penyediaan cadangan seperti genset,” ujar Adi, Rabu (22/4/2026).

Menurut Adi, pengalaman dari pelaksanaan asesmen sebelumnya membuat satuan pendidikan lebih siap menghadapi gangguan teknis. “Kami sudah cukup terlatih melalui pelaksanaan sebelumnya. Jadi ketika ada kendala, penanganannya bisa cepat dan terkoordinasi,” jelasnya.

Adi juga menegaskan pentingnya pembaruan data pokok pendidikan (Dapodik) sebagai basis kebijakan. Ketidaksinkronan data, kata dia, berpotensi berdampak pada perencanaan pendidikan.

“Data Dapodik harus terus diperbarui karena menjadi tulang punggung perencanaan pendidikan. Kebijakan yang baik lahir dari data yang akurat,” tegas Adi.

Meski demikian, Adi mengakui masih ada tantangan infrastruktur, terutama keterbatasan perangkat komputer di beberapa sekolah. Solusinya, sejumlah sekolah membagi pelaksanaan ke dalam beberapa sesi atau memanfaatkan perangkat tambahan.

Bagian dari Penguatan Sistem Asesmen

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menegaskan bahwa TKA bukan program dadakan. Pelaksanaannya telah dipersiapkan sebagai bagian dari transformasi sistem asesmen pendidikan.

“Pelaksanaan TKA ini bukan kegiatan yang tiba-tiba, tetapi sudah dirancang untuk mendorong anak-anak memiliki kemampuan dan inspirasi belajar yang lebih baik,” ujar Nugroho.

Nugroho menjelaskan, sebelumnya Bantul telah melaksanakan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Kini, sistem tersebut bertransformasi menjadi TKA dan TKA Daerah (TKA-D).

“Transformasi ini bertujuan memastikan capaian belajar siswa dapat diukur secara lebih objektif dan terstandar,” jelas Nugroho.

Lebih jauh, hasil TKA disebut akan menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik siswa, termasuk sebagai salah satu dasar melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Hasil TKA merupakan capaian individu siswa yang bisa menjadi referensi dalam melanjutkan pendidikan,” tambah Nugroho.

Fondasi Kebijakan Berbasis Data

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menekankan bahwa hasil TKA tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga menjadi rujukan kebijakan nasional.

“Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran,” ujar Toni.

Pelaksanaan TKA di Bantul mencerminkan kolaborasi solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. Dukungan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta pengalaman asesmen sebelumnya menjadi kunci terselenggaranya TKA yang inklusif dan berkeadilan.

Dengan pelaksanaan yang relatif lancar hingga hari kedua, Bantul menjadi contoh bagaimana koordinasi lintas lembaga mampu memastikan asesmen nasional berjalan efektif demi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "12.663 Siswa SD Ikuti TKA 2026 di Bantul, Hari Kedua Lancar Meski Sempat Terkendala Listrik dan Internet"