2 Peringatan Keras Kemdiktisaintek: Lulusan Guru Membludak, Profesi Dokter Bisa Kelebihan Pasokan pada 2028

Kemdiktisaintek mengungkap fakta mencengangkan: jumlah lulusan guru melonjak drastis, sementara lapangan kerja yang tersedia sangat terbatas. Tak hanya itu, profesi dokter juga terancam kelebihan pasokan pada 2028. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; BADUNG – Kabar kurang menggembirakan datang dari dunia pendidikan tinggi Tanah Air. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkap fakta mencengangkan: jumlah lulusan guru melonjak drastis, sementara lapangan kerja yang tersedia sangat terbatas. Tak hanya itu, profesi dokter juga terancam kelebihan pasokan pada 2028.

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan hal ini dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 di Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Kamis (23/4/2026).

"Keguruan kita meluluskan tiap tahun 490.000 lulusan dari kependidikan, sementara pasar untuk calon guru dan fasilitator di TK hanya 20.000," ujar Badri.

Artinya, sekitar 470.000 lulusan keguruan setiap tahun berpotensi menjadi pengangguran terdidik. Angka yang sangat memprihatinkan.

Tidak berhenti di situ, Badri juga mengingatkan ancaman oversupply dokter pada 2028. Apalagi ditambah dengan masalah maldistribusi tenaga medis yang masih terjadi di berbagai daerah.

"Tahun 2028 kita sudah oversupply dokter jika dibiarkan. Apalagi menggunakan standar minimal World Bank, ditambah maldistribusi yang tidak seimbang," jelas Badri.

Badri mengungkapkan bahwa Indonesia setiap tahun menghasilkan sekitar 1,9 juta lulusan muda, dengan 1,7 juta di antaranya sarjana dan diploma. Namun, mayoritas perguruan tinggi masih menggunakan pendekatan market-driven strategy, yaitu membuka program studi hanya karena sedang tren. "Yang lagi laris apa, dibuka prodi-nya. Akhirnya over-supply di situ." 

Badri mendorong pergeseran strategi menjadi market-driving, yaitu membuka prodi yang sesuai kebutuhan industri masa depan. Salah satu caranya melalui program interdisipliner atau major-minor.

"Majornya mungkin di engineering, tapi minornya manajemen. Atau majornya kedokteran, minornya manajemen rumah sakit, logistik obat, hingga alat kesehatan," jelas Badri.

Pemerintah berharap kajian dari Panitia Teknis Pendidikan Kedokteran (PTPK) dapat memperkuat kebijakan ke depan. Sebab, tanpa perbaikan serius, bonus demografi bukan berkah, melainkan bom waktu yang siap meledak.

(Sumber: Kemendiktisaintek)

Posting Komentar untuk "2 Peringatan Keras Kemdiktisaintek: Lulusan Guru Membludak, Profesi Dokter Bisa Kelebihan Pasokan pada 2028"