GEBRAK.ID; BANJARMASIN – Pemerataan akses internet di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 3.029 desa di berbagai wilayah Tanah Air masih berstatus blank spot atau belum tersentuh jaringan internet.
Data tersebut diungkapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blank Spot se-Kalimantan Selatan yang digelar di Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).
Asisten Deputi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polkam, Agus Pandu Purnama, menyebut angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan nyata ketimpangan akses digital di Indonesia.
“Ribuan desa tanpa akses internet ini menunjukkan adanya kesenjangan serius yang berdampak pada pendidikan, ekonomi digital, hingga akses informasi masyarakat,” ujar Agus Pandu.
Dampak Nyata bagi Pendidikan dan Ekonomi
Ketiadaan akses internet di ribuan desa tersebut berdampak langsung pada berbagai sektor kehidupan. Di bidang pendidikan, keterbatasan konektivitas membuat siswa sulit mengakses materi pembelajaran digital maupun platform pendidikan daring.
Sementara itu, di sektor ekonomi, masyarakat desa juga kesulitan memanfaatkan peluang ekonomi digital, seperti pemasaran produk secara online maupun akses ke layanan keuangan berbasis digital.
Kondisi ini dinilai semakin memperlebar jurang antara wilayah perkotaan dan pedesaan dalam hal pemanfaatan teknologi.
Konektivitas Jadi Kunci Ketahanan Nasional
Dalam forum tersebut, Agus Pandu menegaskan bahwa konektivitas digital kini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan fondasi utama dalam menghadapi persaingan global.
“Persaingan global saat ini sudah bergeser pada supremasi teknologi komunikasi. Konektivitas digital menjadi kunci ketahanan nasional,” kata Agus Pandu.
Menurut Agus Pandu, keterisolasian desa dari jaringan internet bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut strategi pembangunan jangka panjang.
Tantangan Geografis Jadi Hambatan
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Banyak wilayah terpencil, pegunungan, hingga pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Hal ini menjadi salah satu penyebab utama masih adanya desa-desa yang belum terhubung dengan jaringan internet.
Agus Pandu mengakui, kondisi tersebut membuat disparitas akses digital masih terjadi di berbagai daerah, meskipun pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan jaringan.
Target Indonesia Emas 2045 Terancam?
Di tengah ambisi menuju Indonesia Emas 2045, keberadaan ribuan desa yang masih terisolasi secara digital menjadi tantangan serius.
Tanpa konektivitas yang merata, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi berbasis digital dikhawatirkan tidak akan berjalan optimal.
Pemerintah pun dituntut untuk mempercepat langkah agar kesenjangan ini tidak semakin melebar.
Upaya Percepatan, Termasuk Teknologi Satelit
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong sinergi lintas sektor, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga operator telekomunikasi.
Salah satu solusi yang tengah diupayakan adalah pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.
“Kami terus mendorong percepatan pembangunan jaringan, termasuk melalui teknologi satelit, agar jumlah desa blank spot bisa ditekan secara bertahap,” kata Agus Pandu.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses digital sekaligus mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Evaluasi dan Tindak Lanjut
Meski berbagai program telah dijalankan, fakta masih adanya ribuan desa tanpa internet menunjukkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah belum selesai.
Diperlukan evaluasi menyeluruh serta langkah yang lebih agresif agar konektivitas digital benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
Jika tidak ditangani secara serius, kesenjangan digital berpotensi menjadi hambatan besar dalam mewujudkan pembangunan nasional yang merata.
(Sumber: Kemenko Polkam)

Posting Komentar untuk "3.029 Desa Masih tanpa Internet di 2026, Kesenjangan Digital Jadi Alarm Serius"