GEBRAK.ID; JAKARTA – Kabar besar bagi perguruan tinggi swasta (PTS). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) 2026. Tahun ini, sebanyak 400 PTS ditargetkan menerima bantuan penguatan fasilitas, sarana, hingga peralatan pembelajaran.
Peluncuran dilakukan di Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (13/4/2026). Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib, mengatakan jumlah penerima tahun ini relatif sama dengan 2025 yang mencapai 403 PTS.
“Kita usahakan jumlahnya kurang lebih sama. Ini bagian dari komitmen negara untuk terus mendukung PTS agar semakin berkualitas,” ujar Najib.
Tak Sekadar Bantuan, Ada Skema “Kampus Asuh Kampus”
Yang menarik, PP-PTS 2026 tak hanya soal bantuan fisik. Kemdiktisaintek memperkenalkan skema kemitraan antarkampus. PTS unggul didorong membina PTS lain yang masih berkembang.
Menurut Najib, kompetisi memang penting, tetapi kolaborasi jauh lebih strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional. “Ada masa di mana PTS harus bersaing. Tapi ada juga masa di mana mereka perlu berkolaborasi agar kualitas pendidikan dan lulusan meningkat bersama,” tegasnya.
Skema ini dinilai krusial untuk mendorong PTS masuk ke jajaran kampus berstandar global. Kolaborasi diharapkan mencakup penguatan tata kelola, peningkatan mutu dosen, hingga pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
APK Masih 32 Persen, PTS Jadi Tumpuan
Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menambahkan bahwa penguatan PTS mendesak dilakukan karena Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Indonesia baru sekitar 32 persen.
Angka tersebut masih tertinggal dibanding sejumlah negara di kawasan Asia. Data UNESCO menunjukkan rata-rata partisipasi pendidikan tinggi global sudah melampaui 40 persen di banyak negara berkembang.
“PTN tidak mungkin menampung seluruh lulusan SMA/SMK. Maka PTS harus diperkuat agar pemerataan akses pendidikan tinggi bisa terwujud,” ujar Badri.
Badri menegaskan, pemerintah ingin memastikan kualitas pendidikan tinggi tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi tumbuh merata hingga daerah.
Dua Skema Utama PP-PTS 2026
PP-PTS 2026 dibagi dalam dua jalur besar:
1. Skema A – Penguatan Kualitas Pembelajaran
Ditujukan bagi PTS kecil hingga menengah, fokus pada peningkatan sarana dan prasarana, laboratorium, perangkat pembelajaran digital, serta fasilitas akademik lainnya. Skema A menawarkan bantuan total Rp 500 juta untuk satu PTS.
2. Skema B – Peningkatan Daya Saing dan Relevansi Lulusan
Diperuntukkan bagi PTS yang sudah memiliki kapasitas lebih besar. Penekanannya pada penguatan keunggulan institusi, link and match dengan dunia usaha dan industri, serta peningkatan kesiapan kerja lulusan. Skema B menawarkan bantuan Rp 650 juta untuk satu PTS.
Program ini selaras dengan arah transformasi pendidikan tinggi berbasis Merdeka Belajar yang sebelumnya digagas pemerintah, termasuk dorongan hilirisasi riset dan penguatan inovasi kampus.
Informasi lengkap mengenai syarat dan mekanisme PP-PTS 2026 dapat diakses melalui laman resmi Kemdiktisaintek.
Dengan target 400 kampus penerima, publik kini menanti: mampukah PP-PTS 2026 menjadi motor lonjakan kualitas PTS dan mendorong APK pendidikan tinggi Indonesia menembus 40 persen dalam beberapa tahun ke depan?
Informasi lengkap PP-PTS 2026 dapat disimak pada laman https://pppts.kemdiktisaintek.go.id/
(Sumber: Kemendiktisaintek)

Posting Komentar untuk "400 PTS Siap Diguyur Bantuan! Kemdiktisaintek Luncurkan PP-PTS 2026, Targetkan Kampus Swasta Naik Kelas ke Level Global"