
Penyerang Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah. (Foto: thisisanfield.com)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID; LIVERPOOL -- Kabar buruk yang semula hanya berembus sebagai desas-desus kini telah menjadi kepastian pahit. Bukan hanya karena tersingkirnya Liverpool dari Liga Champions, namun karena laga kontra Paris Saint-Germain (PSG), Rabu (15/4/2026) dini hari WIB terkonfirmasi sebagai salah satu pertandingan pamungkas Mohamed Salah di Anfield.
Sang Mega Bintang dipastikan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Salah pada 24 Maret 2026 lalu melalui unggahan video emosional di media sosialnya.
"Sayangnya, hari itu telah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya," ujar Salah dengan nada haru, dikutip dari pernyataan resmi yang dirilis Liverpool. "Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim."
Kontrak Diperpendek, The Reds Relakan Pergi Gratis
Kepastian ini sekaligus mengonfirmasi bahwa manajemen Liverpool dan pihak Salah telah mencapai kesepakatan (mutual agreement) untuk mengakhiri kontrak lebih cepat. Padahal, baru pada April 2025 lalu, pemain usia 33 tahun itu meneken perpanjangan kontrak dua tahun yang seharusnya mengikatnya hingga 2027.
Namun, performa yang kurang konsisten disertai ketegangan dengan pelatih Arne Slot membuat hubungan keduanya merenggang. Liverpool pun memilih untuk mengakomodasi keinginan pemain asal Mesir itu guna mencari tantangan baru, dengan membiarkannya pergi secara gratis (free transfer) di bursa transfer musim panas nanti.
Kepastian ini juga diamini oleh jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano yang mengonfirmasi bahwa "Liverpool mengizinkan Mohamed Salah pergi dengan status bebas transfer meski kontraknya masih tersisa hingga 2027."
Statistik Kelam King Salah di Laga Terakhir
Laga melawan PSG menjadi simbol bagaimana musim terburuk Salah selama berseragam Si Merah. Masuk sebagai pemain pengganti di menit 31, eks bintang AS Roma itu gagal menunjukkan tajinya. Sepanjang 59 menit bermain, catatan statistik mencatatkan fakta memilukan: nol tembakan ke arah gawang.
Musim ini Salah baru mengoleksi 10 gol dan 9 assist di seluruh kompetisi – angka terendah sejak bergabung pada 2017.
Meski begitu, warisan Salah untuk Liverpool tak ternilai. Ia meninggalkan Anfield dengan status sebagai legenda hidup, menempati peringkat ketiga pencetak gol sepanjang masa klub dengan 255 gol dari 435 penampilan.
Reaksi dan Masa Depan
Kepergian ini memicu spekulasi besar mengenai klub tujuan selanjutnya. Jalur menuju Liga Arab Saudi (Saudi Pro League) tampak sebagai opsi paling realistis mengingat minat besar Al-Ittihad dan Al-Hilal yang sudah lama membidik.
Unggahan perpisahan Salah sontak dibanjiri komentar warganet. Tagar #YNWA dan #ThankYouMo trending di media sosial. Seorang penggemar menulis, "Hati ini hancur, tapi dia pantas mendapatkan standing ovation. Sekali lagi, terima kasih untuk segalanya, Raja."
(Berbagai Sumber)
Posting Komentar untuk "Akhir Pahit Mohamed Salah di Anfield: "Unfortunately the Day Has Come""