GEBRAK.ID; TANGERANG – Keresahan mendalam terhadap maraknya kasus keracunan massal akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengantarkan sekelompok pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Tangerang pada sebuah terobosan brilian. Mereka menciptakan "Si Amanzi", sebuah sistem keamanan gizi canggih berbasis kecerdasan buatan (AI) yang siap menjadi garda terdepan keamanan pangan nasional.
Inovasi spektakuler ini dipamerkan dalam ajang Perlombaan Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Tangerang yang digelar Rabu (15/4/2026). Tak hanya memukau para juri, Si Amanzi berhasil mencuri perhatian publik karena potensinya yang luar biasa dalam mencegah tragedi berulangnya siswa keracunan makanan.
Bekerja seperti "Supervisor" Dapur Otomatis
Alwan Azriel, anggota Tim Riset Pos Pelayanan Teknologi Kecamatan Mauk, menjelaskan bahwa proses kelahiran Si Amanzi tidaklah instan. Timnya menghabiskan waktu empat bulan untuk riset mendalam, mulai dari mengkaji jurnal ilmiah, observasi lapangan, hingga wawancara dengan para penerima manfaat MBG dan guru.
"Alat ini bekerja melalui serangkaian tahapan pemeriksaan terintegrasi menggunakan ban berjalan (conveyor)," kata Alwan dengan penuh semangat saat ditemui di lokasi lomba.
Prosesnya dimulai dengan sterilisasi wadah makan atau "ompreng" menggunakan sinar ultraviolet (UV). Setelah wadah bersih, makanan dimasukkan. Di sinilah keajaiban teknologi dimulai: sebuah kamera berteknologi AI akan menganalisis kondisi makanan, menghitung kalori, dan menilai kandungan gizinya secara otomatis.
Sensor Bau dan Kelembapan: Lebih Tajam dari Hidung Manusia
Yang membuat Si Amanzi unggul adalah kemampuannya mendeteksi bahaya yang tak kasat mata. Alat ini dilengkapi dengan sensor bau dan kelembapan yang mampu mendeteksi zat amonia dan metana.
"Jika zat itu ada di makanan, itu pertanda makanan sudah tidak layak konsumsi," jelas Alwan.
Setelah pemeriksaan tuntas, mesin akan mencetak stiker barcode. Stiker inilah yang menjadi "kartu identitas" makanan, memuat hasil uji keamanan gizi yang bisa dipindai oleh siapa saja.
Akurasi 70 Persen: Langkah Awal Menuju Zero Insiden
Meski saat ini tingkat akurasi alat masih berada di angka 70 persen, Alwan optimistis bahwa Si Amanzi adalah solusi nyata untuk meminimalisir risiko.
"Setidaknya bisa meminimalisasi risiko keracunan dari makanan yang tidak laik konsumsi," kata Alwan menegaskan. Target ke depan, timnya berambisi menyempurnakan alat ini hingga mendekati sempurna.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang turun langsung meninjau perlombaan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia melihat acara ini sebagai ruang strategis melahirkan inovator muda. "Inovasi muncul dari event seperti ini," ungkapnya.
Soma berharap teknologi ini tak hanya berhenti sebagai prototipe, tetapi bisa diproduksi massal.
"Tinggal sifat massalnya saja, mampu atau tidak kita menciptakan teknologi ini secara massal. Tentu saja harus ada daya dukung oleh pihak lain seperti perusahaan besar sebagai pemodal," pungkas Soma.
Dengan hadirnya Si Amanzi, harapan untuk mewujudkan program MBG yang benar-benar aman, bergizi, dan bebas insiden kini semakin nyata. Para pelajar Tangerang telah membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berkontribusi bagi bangsa.
(Sumber: Antara News)
Dari Keresahan Keracunan MBG, Pelajar Tangerang Ciptakan "Si Amanzi": Detektor Gizi Berbasis AI yang Bisa Cetak Barcode!
Editor: Devona R

Posting Komentar untuk "Dari Keresahan Keracunan MBG, Pelajar Tangerang Ciptakan "Si Amanzi": Detektor Gizi Berbasis AI yang Bisa Cetak Barcode!"